Sejarah Binong Kabupaten Subang tidak hanya terlihat dari nama kecamatannya. Kawasan yang berada di bagian utara Subang tersebut punya cerita lokal yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat, hamparan sawah, kerajinan bambu, hingga tradisi yang masih dijalankan sampai sekarang.
Kecamatan Binong terdiri dari sembilan desa, yaitu Cicadas, Citrajaya, Karangsari, Karangwangi, Kediri, Kihiyang, Mulyasari, Nanggerang, dan Binong.
Sejarah Binong Kabupaten Subang
Sejarah Binong Kabupaten Subang tidak lepas dari cerita mengenai asal-usul namanya. Sampai sekarang, belum ada catatan resmi yang memastikan dari mana nama Binong berasal.
Baca Juga:Tempat Wisata Alam Legonkulon Subang yang Menawarkan Pesona Pantai dan MangroveWarung Kopi Purnama Jejak Rasa Bandung yang Bertahan Hampir Satu Abad
Cerita yang berkembang justru datang dari penuturan orang-orang tua di masyarakat.
2. Asal-usul Naman Binong
Kisah tersebut disampaikan dalam tayangan YouTube Fodcast Ibn berbahasa Sunda. Menurut penuturan yang dikutip dari tayangan tersebut, nama Binong dipercaya berkaitan dengan pohon binong yang dahulu banyak tumbuh di wilayah tersebut.
Pohon binong digambarkan sebagai pohon besar yang dapat menjadi tempat berteduh. Dahulu, masyarakat disebut sering berkumpul di bawah pohon tersebut, sehingga muncul pemaknaan Binong sebagai tempat berkumpul di bawah pohon binong.
Cerita lokal tersebut juga dikaitkan dengan karakter masyarakatnya yang menjunjung kebersamaan.
Sikap saling membantu, menyayangi, dan menjaga satu sama lain menjadi nilai yang dianggap sesuai dengan gambaran asal-usul nama tersebut.
2. Binong dan Hamparan Sawah
Kondisi alam ikut membentuk kehidupan masyarakat Binong. Kawasan ini berada di dataran rendah yang memiliki tanah subur sehingga pertanian padi berkembang kuat.
Tidak mengherankan jika aktivitas bertani menjadi bagian dari keseharian banyak warga. Hamparan sawah menjadi pemandangan yang mudah ditemui, sementara hasil pertanian menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.
Baca Juga:Persib Bandung Ditantang Manila Digger di ACL 2, 3 Pemain Ini Bisa Jadi Mimpi Buruk Maung BandungHuawei Pura X Max Resmi Dirilis, HP Lipat 7,7 Inci Pesaing iPhone Fold
Selain sawah, tambak ikan juga berkembang di kawasan Binong. Aktivitas tersebut menambah ragam mata pencaharian masyarakat sekaligus memanfaatkan karakter wilayah yang berada di dataran rendah.
Sejarah Binong juga tidak hanya berkaitan dengan pertanian. Kerajinan bambu menjadi bagian lain dari kehidupan ekonomi masyarakat.
Anyaman bambu telah lama dikenal, termasuk berbagai perlengkapan rumah tangga dan furnitur yang dibuat dari bahan tersebut.
