3. Jalur Perdagangan Subang-Indramayu
Letak Binong turut memengaruhi perkembangan aktivitas perdagangan.
Wilayah ini berada pada jalur yang menghubungkan Subang dan Indramayu, sehingga pergerakan masyarakat dan kegiatan jual beli berkembang di kawasan tersebut.
Pasar tradisional menjadi salah satu tempat yang menggambarkan aktivitas ekonomi masyarakat. Suasana pasar yang ramai tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga ruang pertemuan warga dari berbagai wilayah sekitar.
Kehidupan masyarakat Binong sendiri digambarkan sederhana, pekerja keras, dan religius dalam tayangan Fodcast Ibn. Aktivitas sehari-hari banyak berkaitan dengan sawah, sementara kegiatan keagamaan juga menjadi bagian dari rutinitas warga.
4. Tradisi yang Tetap Hidup
Baca Juga:Tempat Wisata Alam Legonkulon Subang yang Menawarkan Pesona Pantai dan MangroveWarung Kopi Purnama Jejak Rasa Bandung yang Bertahan Hampir Satu Abad
Kehidupan masyarakat Binong masih memiliki hubungan erat dengan tradisi lokal. Ngarot dan sedekah bumi disebut sebagai bagian dari kebiasaan yang terus dipertahankan.
Sedekah bumi berkaitan dengan ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus harapan agar panen berikutnya berjalan baik. Tradisi tersebut memperlihatkan kuatnya hubungan masyarakat dengan kehidupan agraris yang sudah berlangsung sejak lama.
Ngarot juga menjadi bagian dari budaya masyarakat yang diwariskan lintas generasi. Keberadaan tradisi semacam ini membuat perkembangan wilayah tidak sepenuhnya menghilangkan kebiasaan lama yang sudah melekat dalam kehidupan warga.
(HABIBAH SYAFARI/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)
