Sejarah Pagaden Subang memiliki perjalanan panjang yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah Kabupaten Subang secara keseluruhan.
Wilayah yang saat ini dikenal sebagai Kecamatan Pagaden ternyata sudah disebut dalam catatan sejarah sejak masa sebelum terbentuknya pemerintahan Kabupaten Subang seperti sekarang.
erdasarkan keterangan dalam laman resmi Pemerintah Kabupaten Subang, bukti kehidupan masyarakat pada masa prasejarah pernah ditemukan di sejumlah wilayah Subang, termasuk Pagaden.
Baca Juga:Prodi Pendidikan Bahasa Arab UPI Latih 23 Personel TNI AD Bahasa Arab FungsionalDPRD Karawang Kebut Pembahasan Raperda Penguatan Ekonomi Lokal
Temuan berupa kapak batu bercorak neolitikum menjadi salah satu bukti bahwa kawasan Subang pada masa tersebut telah dihuni kelompok masyarakat yang menjalankan kehidupan sederhana dan mengenal kegiatan pertanian.
Sejarah Pagaden Subang
Pagaden sudah dikenal sejak masa lampau
Salah satu bagian penting dalam sejarah Pagaden Subang berkaitan dengan pemerintahan masa lalu.
Pemerintah Kabupaten Subang mencatat bahwa pada 1771, ketika wilayah Subang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Sumedanglarang, terdapat pemerintahan yang dipimpin seorang bupati secara turun-temurun di wilayah Pagaden, Pamanukan dan Ciasem.
Pagaden dan perkembangan P&T Lands
Memasuki awal abad ke-19, sejarah Pagaden Subang kembali berkaitan dengan perubahan penguasaan tanah di kawasan Pamanukan dan Ciasem. P
ada 1812, kepemilikan lahan oleh tuan tanah mulai tercatat dan kemudian berkembang menjadi perusahaan perkebunan Pamanoekan en Tjiasemlanden atau P&T Lands.
Wilayah P&T Lands sangat luas. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sejarah dan Budaya Universitas Negeri Malang mencatat bahwa lahan tersebut mencapai sekitar 212.900 hektare dengan hak eigendom pada masa perkembangannya.
Pagaden kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam pembagian wilayah pemerintahan perkebunan tersebut.
Baca Juga:Purwadadi Jadi Wilayah Paling Rawan Peredaran Narkotika di SubangPresiden Iran Kirim Pesan Duka Gempa NTT ke Prabowo, Siap Kirim Bantuan Baca artikel detiknews, "Presiden Ira
Arsip sejarah yang dipublikasikan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta menyebut bahwa kawasan Pamanukan en Tjiasem Landen dibagi menjadi delapan kademangan, salah satunya adalah Kademangan Pagaden.
Kademangan lainnya mencakup Batusirap, Sagalaherang, Ciherang, Pamanukan, Ciasem, Malang dan Kalijati.
Pembagian tersebut memperlihatkan bahwa Pagaden pernah menjadi salah satu pusat administrasi lokal dalam wilayah perkebunan yang sangat luas.
Pagaden dalam perkembangan pemerintahan Subang
Perubahan pemerintahan terus berlangsung seiring perubahan kekuasaan di wilayah Jawa Barat.
