Sejarah Pagaden Subang yang Jarang Diketahui, Ternyata Sudah Ada Sejak 1771

Sejarah Pagaden Subang yang Jarang Diketahui, Ternyata Sudah Ada Sejak 1771
Wilayah yang saat ini dikenal sebagai Kecamatan Pagaden ternyata sudah disebut dalam catatan sejarah sejak masa sebelum terbentuknya pemerintahan Kabupaten Subang seperti sekarang.
0 Komentar

Pada masa pemerintahan Sir Thomas Stamford Raffles antara 1811 hingga 1816, konsesi penguasaan lahan di kawasan Subang diberikan kepada pihak swasta Eropa.

Setelah itu, pengelolaan tanah P&T Lands terus mengalami perubahan kepemilikan dan pengelolaan.

Sejumlah penelitian sejarah juga mencatat bahwa P&T Lands berkembang menjadi salah satu perusahaan perkebunan penting di wilayah Subang.

Baca Juga:Prodi Pendidikan Bahasa Arab UPI Latih 23 Personel TNI AD Bahasa Arab FungsionalDPRD Karawang Kebut Pembahasan Raperda Penguatan Ekonomi Lokal

Perkebunan tersebut kemudian mengalami berbagai perubahan hingga akhirnya mengalami kemunduran dan proses nasionalisasi pada periode berikutnya.

Dengan perjalanan tersebut, Pagaden tidak hanya memiliki cerita sebagai wilayah permukiman, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan sistem pemerintahan dan ekonomi di kawasan Subang dari masa kerajaan, pemerintahan kolonial hingga pemerintahan Indonesia.

Pagaden sebagai kecamatan

Saat ini Pagaden merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Subang.

Data Pemerintah Kabupaten Subang mencatat Kecamatan Pagaden memiliki luas sekitar 44,44 kilometer persegi dan terdiri atas 10 desa.

Sepuluh desa tersebut adalah Sumbersari, Gambarsari, Pagaden, Neglasari, Kamarung, Sukamulya, Gunungsari, Gembor, Gunungsembung dan Jabong.

Posisi geografis Pagaden juga menjadi bagian dari karakter wilayahnya.

Pemerintah Kabupaten Subang mencatat sebagian Kecamatan Pagaden berada pada ketinggian 26–50 meter di atas permukaan laut.

Sejarah Pagaden masih berkaitan dengan perkembangan Subang

Catatan mengenai Pagaden pada 1771, keberadaan temuan prasejarah, hingga posisinya sebagai salah satu kademangan P&T Lands menunjukkan bahwa perjalanan wilayah ini berlangsung melalui beberapa periode sejarah.

Saat ini, Kecamatan Pagaden terdiri atas 10 desa dengan aktivitas masyarakat yang terus berkembang.

Baca Juga:Purwadadi Jadi Wilayah Paling Rawan Peredaran Narkotika di SubangPresiden Iran Kirim Pesan Duka Gempa NTT ke Prabowo, Siap Kirim Bantuan Baca artikel detiknews, "Presiden Ira

Data administrasi Pemerintah Kabupaten Subang juga menunjukkan Pagaden tetap menjadi salah satu kecamatan yang memiliki peran dalam struktur pemerintahan dan pelayanan masyarakat Kabupaten Subang.

Bagi kamu yang ingin menelusuri sejarah Pagaden Subang lebih jauh, arsip pemerintah daerah dan penelitian sejarah mengenai P&T Lands menjadi sejumlah rujukan penting karena dapat memperlihatkan perubahan wilayah Pagaden dari masa ke masa.

(HABIBAH SYAFARI/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)

0 Komentar