Dengan demikian, potensi nanas Subang tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi sektor hulu, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih besar di tingkat pengolahan dan pemasaran.
“Keberpihakan kebijakan terhadap hilirisasi harus dibangun secara terintegrasi. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan UMKM perlu memiliki arah yang sama agar komoditas nanas dapat berkembang dari sekadar produk pertanian menjadi bagian dari ekosistem agroindustri yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Subang,” katanya.
Selain membahas hilirisasi nanas, kegiatan tersebut juga menjadi momentum persiapan pembukaan Program Studi Teknologi Rekayasa Mekatronika di Politeknik Negeri Subang.
Baca Juga:Prodi Pendidikan Bahasa Arab UPI Latih 23 Personel TNI AD Bahasa Arab FungsionalDPRD Karawang Kebut Pembahasan Raperda Penguatan Ekonomi Lokal
Kehadiran program studi tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri di Kabupaten Subang.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan UMKM, hilirisasi nanas Subang diharapkan mampu berkembang menjadi sektor ekonomi yang modern, inovatif, dan berkelanjutan.
Sinergi tersebut sekaligus menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta memperkuat kesejahteraan petani dan pelaku usaha di Kabupaten Subang. (YULAN DWI NURIZKULILLAH/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)
