Reses DPRD Soroti Ketahanan Keluarga, Majelis Taklim Didorong Jadi Garda Terdepan

Reses DPRD Soroti Ketahanan Keluarga, Majelis Taklim Didorong Jadi Garda Terdepan
Persoalan sosial yang semakin kompleks mendorong Anggota DPRD Kabupaten Subang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sri Wahyuningsih, S.IP., mengangkat isu ketahanan keluarga dalam agenda resesnya. Dalam reses yang digelar di Jalancagak, Senin (10/8/2026), Sri mengajak para ibu rumah tangga (umahat) dan pengurus majelis taklim memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng awal dalam mencegah berbagai persoalan sosial.
0 Komentar

Persoalan sosial yang semakin kompleks mendorong Anggota DPRD Kabupaten Subang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sri Wahyuningsih, S.IP., mengangkat isu ketahanan keluarga dalam agenda resesnya.

Dalam reses yang digelar di Jalancagak, Senin (10/8/2026), Sri mengajak para ibu rumah tangga (umahat) dan pengurus majelis taklim memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng awal dalam mencegah berbagai persoalan sosial.

Sri mengatakan, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus melindungi anak dan anggota keluarga dari berbagai ancaman sosial. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung.

Baca Juga:Korban Begal di Jalur Tebu Purwadadi Subang Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Olah TKP dan Kejar PelakuTKD Dipangkas Rp350 Miliar, Bupati Subang Prioritaskan Pilkades dan PBI di Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026

“Agenda reses hari ini temanya ketahanan keluarga. Sasarannya para umahat dan pengurus majelis taklim. Kita ingin sama-sama mengingatkan kembali pentingnya ketahanan pribadi untuk mengatasi berbagai persoalan sosial seperti kekerasan, narkoba, LGBT, dan perceraian,” ujar Sri seusai kegiatan.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama dalam membentuk karakter dan memberikan perlindungan kepada anak. Ketahanan keluarga yang kuat diharapkan mampu menjadi langkah preventif untuk mencegah persoalan sosial sejak dari lingkungan terkecil.

Sri juga mendorong penguatan regulasi di tingkat Kabupaten Subang. Salah satu yang dinilai penting adalah penyusunan Peraturan Daerah (Perda) mengenai perlindungan anak dan perempuan, termasuk regulasi yang berkaitan dengan narkoba dan persoalan sosial lainnya.

“Harapannya ke depan kita punya perda perlindungan anak dan perlindungan perempuan. Kemudian perda terkait narkoba dan persoalan sosial lainnya. Ini mudah-mudahan menjadi bahan bagi kami di DPRD,” katanya.

Selain regulasi, Sri menilai majelis taklim memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan keluarga. Kedekatan majelis taklim dengan masyarakat, khususnya para ibu, dinilai menjadi modal penting untuk menyampaikan edukasi terkait persoalan keluarga.

Dalam reses tersebut, peserta berasal dari sejumlah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Di antaranya Badan Kontak Majelis Taklim (BKMM) tingkat desa hingga kecamatan di wilayah Jalancagak, Muslimat NU, serta MTP IPEMI Kecamatan Jalancagak.

Sri berharap majelis taklim tidak hanya menjadi wadah kegiatan keagamaan, tetapi juga berkembang menjadi ruang edukasi mengenai berbagai persoalan keluarga.

0 Komentar