Aksi pembegalan yang berujung maut terjadi di Jalan Provinsi Jawa Barat, tepatnya di kawasan Blok Situ Bau, Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 04.15 WIB.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, kedua korban diketahui baru saja kembali usai membeli dua ekor kambing. Ketika melintas di lokasi yang dikenal rawan kriminalitas karena berada di antara hamparan perkebunan tebu, mereka diduga menjadi target aksi pembegalan.
Korban yang berhasil selamat, berinisial ECR, warga Dusun Awilarangan, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Cikaum, mengungkapkan bahwa para pelaku secara tiba-tiba datang dari arah berlawanan dengan membawa sebatang bambu.
Baca Juga:Kawah Putih Ciwidey Bandung Tempat Terbaik Berburu SunriseBupati Subang Reynaldy Ingin Masyarakat Lepas dari Bank Emok
“Saya dibonceng, teman saya yang mengendarai motor. Pelaku berjalan kaki dari arah selatan sambil membawa bambu lalu menghantam wajah teman saya. Motor oleng ke kanan masuk ke kebun tebu. Setelah itu motor dibawa kabur dua pelaku ke arah utara,” ungkap ECR.
Akibat serangan tersebut, pengendara sepeda motor meninggal dunia di tempat kejadian, sementara ECR mengalami patah tulang pada bagian ketiak atau lengan sebelah kiri.
Kapolsek Purwadadi menerima laporan mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 06.30 WIB, setelah korban yang meninggal lebih dahulu dievakuasi ke rumah sakit. Hingga kini, korban yang selamat masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik untuk memberikan keterangan terkait rangkaian peristiwa yang dialaminya.
Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta menelusuri berbagai barang bukti di tempat kejadian perkara sebagai upaya mengungkap identitas sekaligus menangkap para pelaku.
Kasus ini kembali menyoroti jalur Purwadadi-Sukamandi yang selama ini dikenal masyarakat sebagai salah satu kawasan rawan tindak kriminal, khususnya pada waktu dini hari. Kondisi jalan yang sepi serta diapit perkebunan tebu dinilai menjadi faktor yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya.
(HABIBAH SYAFARI/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)
