BAZNAS Subang terus memperluas edukasi zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui dunia pendidikan. Salah satunya dengan menggelorakan program Infak Goes To School yang menyasar lingkungan sekolah dasar.
Sosialisasi program tersebut digelar di SDN Basa, Kampung Sukahaji RT 46/14, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Kegiatan dihadiri langsung Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. A. Sukandar, M.Ag., didampingi Wakil Ketua I, kepala bagian dan staf BAZNAS Kabupaten Subang.
Baca Juga:Nyaris Terbakar, Gunung Gede Jadi Sorotan Dedi Mulyadi soal Komersialisasi dan Tata Kelola PendakianLestarikan Bahasa Sunda, 486 Siswa Ikuti FTBI Kabupaten Subang
Hadir pula jajaran Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) se-Kecamatan Pabuaran, pengawas SD Kecamatan Pabuaran, seluruh kepala sekolah dasar di Kecamatan Pabuaran, serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) SD se-Kecamatan Pabuaran.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS memaparkan maksud, tujuan hingga mekanisme pelaksanaan program Infak Goes To School. Program ini tidak semata diarahkan untuk menghimpun infak, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik sejak usia dini.
Ketua BAZNAS Kabupaten Subang Dr. H. A. Sukandar mengatakan, anak-anak perlu dikenalkan dengan nilai kepedulian sosial melalui pembiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah.
“Kami memohon dukungan dari seluruh komponen pendidikan, khususnya para kepala sekolah, guru, komite sekolah, UPZ dan seluruh keluarga besar sekolah, agar program ini dapat berjalan dengan baik. Ini bukan semata-mata tentang menghimpun infak, tetapi bagaimana kita memberikan pendidikan akhlak dan membangun karakter anak sejak dini,” ujar Sukandar.
Menurutnya, kebiasaan berbagi yang ditanamkan sejak sekolah diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap sesama. Anak-anak tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki karakter, kepedulian dan jiwa sosial.
Infak Goes To School pun diarahkan menjadi bagian dari pendidikan karakter di sekolah. Melalui program tersebut, peserta didik dibiasakan memahami bahwa sebagian rezeki yang dimiliki dapat dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan.
Sukandar menjelaskan, zakat, infak dan sedekah merupakan bagian dari ibadah sosial yang memiliki manfaat luas. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, ZIS juga menjadi sarana dalam membangun kepedulian dan kebermanfaatan di tengah masyarakat.
