Pelaksanaan program tersebut, lanjut dia, juga berlandaskan pada ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta Peraturan Bupati Subang Nomor 25 Tahun 2021.
BAZNAS Subang Berharap Gerakan Tersebut Tidak Hanya Melibatkan Peserta Didik
Lebih jauh, BAZNAS Subang berharap gerakan tersebut tidak hanya melibatkan peserta didik. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah dan orang tua juga diharapkan menjadi teladan dalam membangun budaya berbagi.
Dalam pemaparannya, Sukandar turut menyinggung pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Subang. Ia menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Subang masih berada di bawah rata-rata Jawa Barat.
Baca Juga:Nyaris Terbakar, Gunung Gede Jadi Sorotan Dedi Mulyadi soal Komersialisasi dan Tata Kelola PendakianLestarikan Bahasa Sunda, 486 Siswa Ikuti FTBI Kabupaten Subang
Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak, termasuk dunia pendidikan dan lembaga sosial seperti BAZNAS.
Perhatian terhadap pendidikan juga diwujudkan BAZNAS melalui berbagai program bagi masyarakat yang mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan, termasuk anak-anak yang mengalami putus sekolah.
Melalui optimalisasi dana ZIS, BAZNAS berupaya ikut memberikan dukungan agar semakin banyak anak di Kabupaten Subang memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.
Tidak berhenti pada bantuan pendidikan, semangat Infak Goes To School juga diharapkan berkembang menjadi gerakan gotong royong antarsekolah. Sekolah yang memiliki kemampuan lebih dapat ikut membantu sekolah lain yang membutuhkan.
“Harapannya, melalui program ini tumbuh kebersamaan di lingkungan pendidikan Kabupaten Subang. Sekolah yang memiliki kemampuan dapat ikut membantu sekolah lainnya, sehingga semangat gotong royong menjadi kekuatan bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun generasi Subang yang lebih baik,” ungkapnya.
BAZNAS Kabupaten Subang berharap dukungan K3S, kepala sekolah, UPZ, guru, orang tua dan seluruh komponen pendidikan dapat memperkuat pelaksanaan Infak Goes To School di sekolah dasar, khususnya di Kecamatan Pabuaran.
(DEA NURFAHLA/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)
