Seruan boikot Bank Mandiri ramai disuarakan warganet di media sosial X menyusul kasus pembekuan rekening milik Supriyono alias Botok, koordinator aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Sejumlah pengguna X bahkan menyatakan akan menarik dana dan menutup rekening mereka di bank pelat merah tersebut.
Gelombang kekecewaan itu muncul meski Bank Mandiri telah menyampaikan permohonan maaf terkait pembekuan rekening. Warganet menilai persoalan tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan privasi nasabah serta hak kepemilikan atas dana yang tersimpan di rekening.
Seruan boikot juga semakin ramai setelah muncul narasi mengenai pemblokiran rekening yang disebut berkaitan dengan dana donasi masyarakat. Beragam komentar bernada kritik dan kecaman pun membanjiri media sosial.
Baca Juga:Sekcam Subang Ida Erlinda Benahi Disiplin ASN, Gagas Kampung Budaya dan WisataTak Andalkan Dana Desa, Warga Citapen Gotong Royong Cor Jalan dengan Dana Rp40 Juta
Pengguna X @recehsjaa meluapkan kekesalannya. ”Hayoloh bank mandiri, masyarakat rame rame tarik semua uang dari tabungannya dari bank mandiri. Lagian aneh sih lu, rekening untuk donasi lu blokir, EMNG ITU SEBUAH KEJAHATAN?? RASAKANNN LUUUU,” ujarnya, dikutip Senin (24/8/2026).
Kekecewaan serupa disampaikan akun @bobomulunapa yang mengajak langkah konkret. ”itu livin bank mandiri ya.. kita boikot balik aja gimana min, biar nasabah seluruh indonesia tarik duit @bankmandiri,” ungkapnya.
Kritik mengenai dasar kewenangan pemblokiran rekening turut disampaikan pengguna X @ferrykoto. Ia mempertanyakan alasan pemblokiran rekening milik aktivis aksi tersebut.
”Wedan ini Bank Mandiri !! Keterlaluan, seenaknya memblokir dana nasabah. Permintaan pemblokiran oleh aparat hukum harus terkait perkara pidana, harus resmi suratnya, bukti penyidikan kasusnya. Lha, orang mau unjuk rasa, menyampaikan pendapat, pidananya apa???” tulisnya.
Tak sedikit pula warganet yang mengaku mengambil langkah lebih jauh dengan berencana menutup rekening Bank Mandiri.
Salah satunya akun @IJenong68552 yang secara terbuka menanyakan prosedur penutupan rekening secara permanen.
”@bankmandiri cara menutup rekening permanen apa harus datang ke pusat atau cukup di cabang. Saya dan ibu mertua saya mau tutup rekening permanen. Dan mau memindah saldonya walaupun cuma ratusan dari hasil usaha kos kosan dan kontrakan”.
Baca Juga:Sinopsis Film Agensi Rumah Tangga, Dibintangi Enzy Storia dan AfganDPRD Subang Soroti Retribusi Parkir, Realisasi Baru Rp376 Juta dari Target Rp1,5 Miliar
Perdebatan mengenai kasus tersebut juga berkembang menjadi kekhawatiran terhadap kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan menggalang aksi.
