SUBANG Usai dilantik Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Subang, Ida Erlinda, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus dalam menjalankan tugas dan fungsi Kecamatan Subang ke depan.
Ida mengatakan, tugas utama kecamatan pada dasarnya berkaitan dengan urusan administratif, kepegawaian, serta tata kelola rumah tangga pemerintahan. Namun, di luar tugas tersebut, Kecamatan Subang juga akan memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program Pemerintah Kabupaten Subang maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, peningkatan disiplin pegawai menjadi hal penting yang harus segera dilakukan. Ia menilai masih terdapat anggapan di masyarakat bahwa ASN hanya datang untuk melakukan absensi, kemudian tidak aktif menjalankan tugas. Kondisi tersebut, kata Ida, harus dibuktikan bahwa tidak seluruh ASN bekerja dengan pola seperti itu.
Baca Juga:Korban Begal di Jalur Tebu Purwadadi Subang Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Olah TKP dan Kejar PelakuTKD Dipangkas Rp350 Miliar, Bupati Subang Prioritaskan Pilkades dan PBI di Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026
“Apalagi kecamatan dan kelurahan merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat. Kita harus stand by dan benar-benar bekerja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.
Selain kedisiplinan, Ida juga menyoroti pentingnya sikap ramah dalam memberikan pelayanan publik. Ia menginginkan setiap masyarakat yang datang ke kantor kecamatan maupun kelurahan mendapatkan pelayanan yang baik, termasuk keramahan dan komunikasi yang mencerminkan budaya pelayanan atau hospitality.
Ia berencana memberikan edukasi kepada para pegawai mengenai bagaimana memberikan pelayanan yang tepat kepada masyarakat. Menurutnya, peningkatan kualitas pelayanan tidak selalu harus dilakukan melalui pelatihan formal, tetapi dapat dilakukan melalui pembinaan dan pemberian pemahaman secara langsung kepada para pegawai.
Di sisi lain, Ida yang memiliki perhatian terhadap bidang pariwisata melihat adanya potensi budaya dan wisata yang dapat dikembangkan di wilayah Kecamatan Subang. Salah satunya adalah gagasan pembentukan kampung budaya di salah satu kelurahan yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata sekaligus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
Ida menyebut, pengembangan potensi tersebut membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kelurahan, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta media. Maka konsep pentahelix penting diterapkan agar pengembangan budaya dan pariwisata tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi dapat tumbuh secara bersama-sama.
