Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP Subang), Yeni Nuraeni, menegaskan komitmennya untuk mendorong pemberdayaan UMKM dan koperasi sebagai salah satu kekuatan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Subang.
Yeni mengatakan, amanah baru yang diembannya akan diarahkan pada berbagai program yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Menurutnya, sektor perdagangan, perindustrian, UMKM hingga koperasi memiliki keterkaitan erat dengan peningkatan pendapatan masyarakat.
Ia menilai keberadaan koperasi memiliki peran strategis, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa. Dengan koperasi yang berkembang dan dikelola secara baik, manfaatnya diyakini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di masing-masing wilayah.
Baca Juga:Prodi Pendidikan Bahasa Arab UPI Latih 23 Personel TNI AD Bahasa Arab FungsionalDPRD Karawang Kebut Pembahasan Raperda Penguatan Ekonomi Lokal
“Dengan koperasi maju, saya yakin itu akan membawa efek pertumbuhan ekonomi di desa masing-masing,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres.
Yeni juga menyoroti keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat ini tengah dikembangkan. Ia menyebutkan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat dan melihat terdapat sejumlah program yang berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan KDMP di Kabupaten Subang.
“Saat ini, tercatat sebanyak 109 koperasi yang telah melaporkan keberadaannya kepada DKUPP Kabupaten Subang. Ke depan, pihaknya akan terus mendorong penguatan koperasi agar dapat berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain koperasi dan UMKM, Yeni turut memberikan perhatian terhadap kondisi pasar tradisional di Kabupaten Subang. Menurutnya, masih terdapat sejumlah pasar yang memiliki keterbatasan fasilitas sehingga membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana agar pelayanan kepada masyarakat maupun pelaku perdagangan dapat berjalan lebih optimal.
DKUPP Subang Berkoordinasi Dengan Kementerian Perdagangan
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, DKUPP Subang berencana berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan guna membuka peluang bantuan pembangunan maupun peningkatan fasilitas pasar.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang masih menghadapi keterbatasan akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Ia juga menyoroti kondisi sejumlah alat tera dan metrologi yang mengalami kerusakan. Pihaknya akan berupaya mengajukan dukungan kepada Kementerian Perdagangan agar pelayanan di bidang perdagangan, termasuk metrologi, dapat terus ditingkatkan dan memberikan kepastian kepada masyarakat serta pelaku usaha.
