Rindu jajanan zaman dulu seperti gemblong, kelepon, atau dodongkal yang kini kian langka? Datanglah ke Pasar Sasagaran, sebuah pasar kuliner tematik di Kampung Dangdeur, RT.02/RW.01, Desa Dangdeur, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Berlokasi di tengah rimbunnya pepohonan tinggi, kawasan ini menawarkan nuansa khas pedesaan Sunda lewat deretan kios berbahan bambu beratap rumbia, menciptakan suasana asri sekaligus menenangkan bagi siapa saja yang berkunjung.
Setiap akhir pekan, tempat ini berubah menjadi semacam “mesin waktu” kuliner yang berhasil menyedot perhatian ribuan pengunjung — bukan cuma warga Purwakarta, melainkan juga dari Subang, Karawang, sampai Jakarta. Yang membedakannya dari pasar tradisional kebanyakan, Pasar Sasagaran secara khusus hanya memperjualbelikan jajanan dan kuliner khas Sunda yang otentik, jauh dari sentuhan makanan cepat saji modern. Ditambah gapura sambutan bertuliskan “Wilujeng Sumping”, saung-saung teduh, dan hiasan payung tradisional, lokasi ini jadi pilihan tepat untuk bernostalgia sambil turut menopang UMKM setempat.
Awal Mula dan Peresmian
Pasar ini pertama kali dibuka secara resmi pada Minggu, 24 Agustus 2025, oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, yang lebih akrab dipanggil Om Zein. Ia berharap keberadaan pasar ini dapat menggerakkan roda ekonomi warga sekaligus menarik lebih banyak wisatawan datang ke Purwakarta. Dalam sambutan peresmian, Om Zein menyoroti pentingnya mempertahankan warisan kuliner lokal di tengah gempuran makanan cepat saji — menegaskan bahwa seluruh dagangan di pasar ini merupakan masakan rumahan tanpa unsur junkfood, sebagai identitas tersendiri bagi setiap desa. Ia bahkan berharap suatu hari nanti Purwakarta dikenal sebagai tujuan khusus para pemburu kuliner tradisional, mengingat makanan seperti onde-onde, kue ali, surabi, kue gondrong, dan galendo kini kian susah dijumpai.
Baca Juga:Korban Begal di Jalur Tebu Purwadadi Subang Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Olah TKP dan Kejar PelakuTKD Dipangkas Rp350 Miliar, Bupati Subang Prioritaskan Pilkades dan PBI di Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026
Gagasan pendirian pasar ini datang dari Tatang Taryana, Kepala Desa Dangdeur. Menurutnya, Pasar Sasagaran dirancang sebagai titik temu antara budaya, roda ekonomi, dan sektor pariwisata, sekaligus menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa kuliner tradisional menyimpan nilai budaya sekaligus peluang usaha. Pada tahap awal, hanya warga Desa Dangdeur yang diperbolehkan berjualan di sana, dengan rencana perluasan ke seluruh Kecamatan Bungursari — bahkan ke pelaku UMKM se-Kabupaten Purwakarta — apabila pasar sudah berjalan konsisten dan makin diminati.
