Antusiasme warga terlihat jelas sejak hari pertama: puluhan jenis jajanan yang dijajakan ludes terjual dalam waktu kurang dari 30 menit.
Jadwal Buka
Rencananya, Pasar Sasagaran digelar rutin setiap akhir pekan, mulai pagi hingga siang hari, dengan hari Minggu sebagai jadwal utama. Meski begitu, jadwal ini sewaktu-waktu bisa berubah tergantung kebijakan pengelola desa. Karena itu, calon pengunjung disarankan mengecek lebih dulu akun resmi Desa Dangdeur atau Dinas Pariwisata Purwakarta sebelum berangkat.
Aneka Kuliner yang Bisa Dicicipi
Daya tarik terbesar pasar ini terletak pada ragam jajanan jadul yang mulai sulit ditemukan di tempat lain, di antaranya:
Baca Juga:Korban Begal di Jalur Tebu Purwadadi Subang Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Olah TKP dan Kejar PelakuTKD Dipangkas Rp350 Miliar, Bupati Subang Prioritaskan Pilkades dan PBI di Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026
Gemblong, comro, curandil, kelepon, dodongkal, cucur, opak, kacang rebus, uli ketan, sate kikil, dan pais belutMinuman hangat khas seperti es goyobod dan bajigurUrab singkong, urab talas, katimus, kue ali, hingga tuweug — nama yang bahkan sudah asing di telinga anak muda zaman sekarangJajanan legendaris lain seperti surabi dan es cendol
Konsep “khusus jajanan jadul” inilah yang membuat pasar ini konsisten ramai dikunjungi, mulai dari warga lokal Purwakarta sampai wisatawan dari Subang, Karawang, hingga Jakarta. Sarah, salah satu pengunjung asal Cikampek, Karawang, mengaku momen menikmati bajigur dan gemblong di sana membawanya bernostalgia ke masa kecil — meski ada juga beberapa jajanan yang baru pertama kali ia coba.
Menariknya, pesona pasar ini tak cuma memikat kalangan orang tua, tapi juga anak muda yang biasanya lebih akrab dengan suasana kafe kekinian. Novi (20), salah satu pengunjung muda, mengatakan makanan tradisional terasa jauh lebih nikmat saat disantap di tengah suasana perkampungan seperti di Pasar Sasagaran. Ia berharap acara semacam ini bisa terus melestarikan kuliner tradisional agar tak punah tergerus zaman, karena menurutnya rasanya tak kalah lezat dibanding makanan modern.
Perkembangan terakhir pada Minggu, 31 Mei 2026 menunjukkan pasar ini masih tetap ramai — ribuan pengunjung berdatangan untuk berburu makanan tradisional, jajanan khas Sunda, sampai produk kerajinan tangan hasil UMKM lokal.
- Tips Sebelum BerkunjungLokasi cukup mudah dijangkau dari pusat Kota Purwakarta, baik naik
- kendaraan pribadi maupun ojek lokal — namun sebaiknya cek dulu rute dan area parkir karena kapasitasnya terbatas saat kunjungan sedang ramai
- Usahakan datang pagi-pagi agar tidak kehabisan jajanan favorit yang biasanya cepat ludes
- Siapkan uang tunai pecahan kecil, sebab sebagian besar pedagang UMKM di sana lebih nyaman menerima pembayaran cash
