Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Subang

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Subang
Abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai sampai ke sejumlah wilayah Kabupaten Subang. Sebaran abu dilaporkan mencapai kawasan Subang selatan, meliputi Kecamatan Ciater, Sagalaherang, Serangpanjang dan Jalancagak.
0 Komentar

Abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai sampai ke sejumlah wilayah Kabupaten Subang. Sebaran abu dilaporkan mencapai kawasan Subang selatan, meliputi Kecamatan Ciater, Sagalaherang, Serangpanjang dan Jalancagak.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, A. Sudrajat, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik yang terbawa angin. Masyarakat di wilayah terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi gangguan pernapasan.

“Kami mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap abu vulkanik yang terbawa angin,” ujar A. Sudrajat, Senin (7/9/2026).

Baca Juga:Nyaris Terbakar, Gunung Gede Jadi Sorotan Dedi Mulyadi soal Komersialisasi dan Tata Kelola PendakianLestarikan Bahasa Sunda, 486 Siswa Ikuti FTBI Kabupaten Subang

Aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri masih berlangsung. Berdasarkan informasi Badan Geologi, gunung api tersebut masih berstatus Level III atau Siaga. Status tersebut telah berlaku sejak 2 Juli 2026 seiring berlangsungnya aktivitas erupsi.

Sebaran Abu Vulkanik Dipengaruhi Kondisi Angin

Sebaran abu vulkanik dipengaruhi kondisi angin dan atmosfer sehingga wilayah yang terdampak dapat berubah. Abu vulkanik juga dilaporkan menyebar ke sejumlah wilayah Banten, sebagian Jawa Barat dan DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu.

BPBD mengimbau masyarakat yang berada di jalur sebaran abu untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga dianjurkan menggunakan pelindung mata serta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila sebaran abu semakin pekat.

Masyarakat juga diminta berhati-hati saat berkendara karena abu vulkanik dapat mengganggu jarak pandang. Jika abu masuk ke permukiman, warga dianjurkan menutup pintu, jendela dan ventilasi untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah.

Saat membersihkan abu, masyarakat diminta melakukannya secara hati-hati agar abu tidak kembali beterbangan dan terhirup. Warga juga diminta tetap tenang serta mengikuti perkembangan informasi resmi dari BPBD, BMKG dan Badan Geologi.

“Yang penting masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan sebaran abu vulkanik,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat di Ciater, Sagalaherang, Serangpanjang dan Jalancagak diminta tidak mengabaikan paparan abu vulkanik. Jika mengalami gangguan pernapasan atau iritasi mata setelah terpapar abu, warga dianjurkan segera mendapatkan pemeriksaan di fasilitas kesehatan terdekat.

(HABIBAH SYAFARI/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)

0 Komentar