Nyaris Terbakar, Gunung Gede Jadi Sorotan Dedi Mulyadi soal Komersialisasi dan Tata Kelola Pendakian

Nyaris Terbakar, Gunung Gede Jadi Sorotan Dedi Mulyadi soal Komersialisasi dan Tata Kelola Pendakian
Kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Gede meninggalkan pekerjaan besar yang harus segera dibenahi. Selama berhari-hari, ratusan warga harus turun tangan untuk berjuang memadamkan kobaran api.
0 Komentar

Kejadian tersebut juga mempertegas perlunya sistem mitigasi kebakaran hutan yang lebih terstruktur, khususnya di kawasan jalur pendakian dan wilayah yang memiliki risiko kebakaran tinggi.

Dedi Tegaskan Gunung Gede Bukan untuk Kepentingan Komersial

Sorotan Dedi terhadap Gunung Gede tidak hanya menyangkut persoalan kebakaran. Ia turut mempertanyakan berbagai kegiatan komersial yang berada di kawasan tersebut.

Menurutnya, fungsi utama gunung harus dikembalikan sebagai kawasan alam sekaligus wilayah yang berperan sebagai penyangga kehidupan masyarakat.

Baca Juga:Tempat Wisata Alam Legonkulon Subang yang Menawarkan Pesona Pantai dan MangroveWarung Kopi Purnama Jejak Rasa Bandung yang Bertahan Hampir Satu Abad

“Gunung harus kembali jadi gunung, tidak boleh menjadi lahan komersial,” tegasnya.

Ia juga menaruh perhatian terhadap sejumlah penanda maupun klaim terkait pengelolaan kawasan yang dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut. Di antaranya terdapat kawasan yang dikenal dengan nama Lembah Surya Kencana dan Cibodas Puncak Nirwana.

Dedi meminta pemerintah daerah melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap berbagai aktivitas maupun bentuk pengelolaan yang berlangsung di kawasan tersebut. Sejumlah lokasi yang diduga telah mengalami komersialisasi juga akan diteliti lebih lanjut.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Gunung Gede memberikan manfaat yang jauh lebih luas dibandingkan hanya bagi masyarakat di sekitar kaki gunung. Kondisi dan kelestarian kawasan tersebut turut berhubungan dengan kehidupan masyarakat serta lingkungan di wilayah sekitarnya.

“Gunung itu bagi saya adalah tempat bernaung warga Tatar Jawa Barat. Harus dijaga dan diriksa,” katanya.

Dedi Minta Aktivitas Pendakian Ditata Lebih Baik

Aktivitas pendakian juga menjadi bagian yang mendapat perhatian Dedi, terutama berkaitan dengan persoalan sampah. Ia mendorong diterapkannya aturan yang lebih tegas agar para pendaki tidak meninggalkan sampah selama berada di kawasan gunung.

Prinsip yang diusulkan cukup sederhana, yakni setiap barang yang dibawa pendaki saat naik harus dibawa kembali ketika turun.

Baca Juga:Persib Bandung Ditantang Manila Digger di ACL 2, 3 Pemain Ini Bisa Jadi Mimpi Buruk Maung BandungHuawei Pura X Max Resmi Dirilis, HP Lipat 7,7 Inci Pesaing iPhone Fold

Kebutuhan seperti makanan, air minum, maupun perlengkapan lainnya dianjurkan menggunakan wadah yang bisa dibawa pulang sehingga tidak menambah volume sampah di kawasan konservasi.

Tak hanya sampah, keberadaan fasilitas pendakian juga menjadi perhatian. Dedi menilai biaya atau pungutan yang dikenakan kepada pendaki semestinya diikuti dengan peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan di sepanjang jalur pendakian.

0 Komentar