Ia menegaskan, meski perhitungan sementara menunjukkan surplus, kondisi tersebut tetap dipantau secara berkala. Pihaknya pun melakukan simulasi neraca air setiap dua minggu untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap mampu memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun.
Langkah tersebut menjadi penting karena kebutuhan air irigasi harus berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat, industri dan PDAM. Dengan kebutuhan irigasi yang mencapai hampir 2 miliar meter kubik, pengaturan air Waduk Jatiluhur menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan pasokan bagi sektor pertanian selama musim kering.
(DEA NURFAHLA/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)
