Dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait kesehatan Universitas Bhakti Kencana (UBK) memberikan penyuluhan tentang Pemanfaatan Permen Jahe Berbasis Potensi Lokal.
Hal itu sebagai bentuk kepedulian Universitas Bhakti Kencana (UBK) dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, penyuluhan tentang Pemanfaatan Permen Jahe Berbasis Potensi Lokal untuk Penanganan Dismenore pada Remaja Putri, di Dusun Talangsari, Desa Ciasem Girang, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang.
Ketua Tim Dosen Mela Mustika Sari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat serta mengedukasi tentang pencegahan suatu penyakit, khususnya penanganan Dismenore di kalangan remaja.
Baca Juga:Syarat Membuat KK di Subang, Lengkap dengan Cara PengajuannyaSiswi SMPN 4 Subang Raih Juara 2 Di Ajang Rampak Pasanggiri Jaipong Tingkat Jawa Barat
Menurutnya penyuluhan tersebut didasari masih terbatasnya pengetahuan para remaja putri mengenai kesehatan reproduksi, khususnya cara menangani dismenore atau nyeri haid. Padahal olahan jahe sebagai potensi lokal, memiliki banyak khasiat diantaranya untuk penanganan Dismenore pada Remaja Putri.
“Perlu menjadi pengetahuan bagi remaja putri soal olahan jahe. Seperti Permen jahe diantaranya bermanfaat untuk Penanganan Dismenore yaitu untuk meredakan rasa nyeri atau kram perut yang terjadi menjelang atau selama masa menstruasi,”.
31 Mahasiswa Program Studi Kebidanan Universitas Bhakti Kencana
Mela menerangkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini melibatkan tim dosen dan 31 mahasiswa Program Studi Kebidanan Universitas Bhakti Kencana, pada tanggal 7 Agustus lalu, di Dusun Talangsari Desa Ciasem Girang Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang.
Telah melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang Pemanfaatan Permen Jahe Berbasis Potensi Lokal sebagai Upaya Edukasi Penanganan Dismenore pada Remaja Putri.
Dan berdasarkan observasi dan wawancara dengan kader kesehatan, sebagian remaja masih mengatasi nyeri haid dengan beristirahat atau menggunakan obat pereda nyeri tanpa pemahaman yang memadai mengenai penanganan lainnya.
Selain itu Tim Dosen juga memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi, penyebab dan penanganan dismenore, serta memperkenalkan permen jahe sebagai salah satu bentuk terafi komplementer berbasis potensi lokal.
“Jahe dipilih karena mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol dan shogaol yang memiliki potensi membantu mengurangi nyeri,” terang Mela.
Baca Juga:Fakta Unik Desa Rawameneng Blanakan Subang yang Jarang Diketahui, Ternyata Begini Asal-usulnyaWisata Curug Pelangi: Keindahan Air Terjun di Jawa Barat
Lebih jauh dia berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian remaja putri dalam menangani nyeri haid secara aman. Serta mendorong para kader kesehatan (Posyandu) dan remaja aktif menjadi peer educator agar edukasi kesehatan reproduksi ini dapat berlanjut di lingkungan masyarakat.
