PORTINA Kabupaten Subang Gelar Pelatihan Penggiat Olahraga Tradisional, Dorong Pelestarian Budaya Lokal di Lin

PORTINA Kabupaten Subang Gelar Pelatihan Penggiat Olahraga Tradisional, Dorong Pelestarian Budaya Lokal di Lin
Dalam upaya memperkuat pelestarian dan pewarisan budaya lokal melalui olahraga tradisional, KORMI Kabupaten Subang melalui PORTINA Kabupaten Subang menyelenggarakan Pelatihan Penggiat Olahraga Tradisional sebagai Upaya Pewarisan serta Penguatan Budaya Lokal yang Berkelanjutan.
0 Komentar

Dalam upaya memperkuat pelestarian dan pewarisan budaya lokal melalui olahraga tradisional, KORMI Kabupaten Subang melalui PORTINA Kabupaten Subang menyelenggarakan Pelatihan Penggiat Olahraga Tradisional sebagai Upaya Pewarisan serta Penguatan Budaya Lokal yang Berkelanjutan.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) Universitas Subang dengan KORMI Kabupaten Subang, serta juga didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang melalui Seksi Kurikulum dan Penilaian.

Pelatihan tersebut diikuti oleh 76 peserta, yang terdiri atas 60 peserta dari MGMP PJOK SMP se-Kabupaten Subang dan 16 peserta dari KKM MTs se-Kabupaten Subang. Dilaksanakan di Kampus 1 Universitas Subang pada Kamis (27/8/2026).

Baca Juga:Syarat Membuat KK di Subang, Lengkap dengan Cara PengajuannyaSiswi SMPN 4 Subang Raih Juara 2 Di Ajang Rampak Pasanggiri Jaipong Tingkat Jawa Barat

Kegiatan dirancang dalam pola pelatihan luring dan daring, dengan memberikan pembekalan teori serta praktik berbagai cabang olahraga tradisional, di antaranya Hadangan, Tarompah Panjang, Egrang, Dagongan, dan Lari Balok. Narasumber dan instruktur dalam kegiatan ini berasal dari PORTINA Provinsi Jawa Barat.

Ketua PORTINA Kabupaten Subang, Sopyan Rizki Haryadi, M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan peningkatan kapasitas bagi para guru PJOK dan penggiat olahraga tradisional, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk menghidupkan kembali olahraga tradisional di lingkungan sekolah, madrasah, dan masyarakat.

“Olahraga tradisional merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus diwariskan kepada generasi muda. Guru PJOK memiliki posisi strategis untuk mengenalkan, mengajarkan, sekaligus mengembangkan olahraga tradisional melalui pembelajaran di sekolah,” ujar Sopyan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Husen Saeful Hakim, S.Pd., menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan akan memperoleh Sertifikat Penggiat Olahraga Tradisional. Sementara peserta yang tidak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan akan dikategorikan sebagai peserta sosialisasi olahraga tradisional.

Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak penggiat olahraga tradisional yang mampu memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan berbagai permainan serta olahraga tradisional di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

Selain sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal, kegiatan ini juga menjadi salah satu langkah persiapan menuju Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten Subang Tahun 2026.

0 Komentar