Kondisi aliran air di sekitar sungai Bendung Leuwinangka, Kelurahan Dangdeur, Kabupaten Subang, Jawa Barat, tampak mengalami penyusutan. Berdasarkan pantauan langsung, bagian hilir bendung terlihat didominasi bebatuan dan hanya menyisakan aliran air dalam jumlah terbatas.
Kondisi tersebut terlihat dari hamparan batu yang memenuhi dasar sungai di bawah bangunan bendung. Di sisi kanan dan kiri aliran, tumbuhan liar serta vegetasi lainnya juga tampak tumbuh di sepanjang bantaran sungai.
Bendung Leuwinangka merupakan salah satu infrastruktur penting bagi sistem irigasi di Kabupaten Subang. Bendung yang berada di aliran Sungai Ciasem tersebut memiliki peran dalam mendukung kebutuhan air pertanian di sejumlah wilayah.
Baca Juga:Korban Begal di Jalur Tebu Purwadadi Subang Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Olah TKP dan Kejar PelakuTKD Dipangkas Rp350 Miliar, Bupati Subang Prioritaskan Pilkades dan PBI di Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026
Data Jasa Tirta II mencatat Bangunan Leuwinangka memiliki daerah layanan irigasi sekitar 4.387 hektare. Sementara itu, dokumen perencanaan infrastruktur menyebut Bendung Leuwinangka sebagai salah satu bendung pada sistem penyediaan air dan irigasi di Kabupaten Subang.
Kondisi debit air di Bendung Leuwinangka sebelumnya juga pernah menjadi perhatian, terutama ketika musim kemarau. Pada Oktober 2023, pemberitaan mengenai kondisi Bendung Leuwinangka menyebut ketinggian air hanya sekitar 40 sentimeter akibat kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut berdampak terhadap pasokan air untuk lahan persawahan di wilayah Subang.
Secara historis, Bendung Leuwinangka juga memiliki peran strategis dalam menunjang sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Subang sebelumnya menyebut gangguan pada tanggul maupun bendung dapat berpengaruh terhadap aliran irigasi dan aktivitas pertanian masyarakat.
Melihat kondisi aliran yang tampak rendah dalam kondisi tersebut, pemantauan terhadap debit air Bendung Leuwinangka menjadi penting, khususnya untuk memastikan kebutuhan irigasi masyarakat dan keberlangsungan aktivitas pertanian di wilayah yang bergantung pada sistem pengairan tersebut.
(DEA NURFAHLA/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)
