BMM Salurkan 14 Ribu Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jawa Barat

BMM Salurkan 14 Ribu Liter Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Jawa Barat
Fenomena El Nino yang melanda Indonesia memicu musim kemarau berkepanjangan dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah daerah. Dampaknya tidak hanya mengurangi ketersediaan air bersih, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan, ketahanan pangan, hingga perekonomian masyarakat.
0 Komentar

Fenomena El Nino yang melanda Indonesia memicu musim kemarau berkepanjangan dan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah daerah. Dampaknya tidak hanya mengurangi ketersediaan air bersih, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan, ketahanan pangan, hingga perekonomian masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, Baitulmaal Muamalat (BMM) menginisiasi program El Nino Survival Gerakan Sedekah Sahabat sebagai upaya membantu masyarakat yang membutuhkan. Program ini dijalankan dalam dua fase, yakni fase tanggap darurat melalui penyaluran Sedekah Pangan dan Sedekah Air Bersih, serta fase pemulihan jangka panjang melalui Sedekah Pendidikan dan Sahabat UMKM untuk memperkuat ketahanan masyarakat pascabencana.

Tegar menambahkan, kekeringan di Desa Nagrak memaksa ribuan warga menggunakan air Sungai Cikeas untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan sanitasi meski kualitasnya tidak layak. Sementara di Desa Citatah, mengeringnya sumber air utama membuat ratusan keluarga kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:Jawab Kebutuhan Industri Pemkab Subang Kerja Sama dengan Unpad Buka Sekolah VokasiDapat Atensi Gubernur, KDM Minta Kasus Dugaan Pembunuhan Satpam di Jatiluhur Segera Diungkap

“Aksi kemanusiaan ini menjadi solusi cepat dalam menyediakan pasokan air bersih, sekaligus mitigasi risiko munculnya wabah penyakit akibat menurunnya kualitas sanitasi selama musim kemarau panjang,” ujarnya.

Sementara itu, Pembina BMM Imam Teguh Saptono menyampaikan distribusi air bersih melalui Gerakan El Nino Survival ini merupakan inisiatif taktis BMM untuk menjaga kekebalan hidup (survabilitas) masyarakat di wilayah-wilayah yang rawan kekeringan. (DEA NURFAHLA/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)

0 Komentar