Menteri PPPA Minta Maaf Terkait Usulan Pemindahan Gerbong Wanita ke Tengah

Menteri PPPA Minta Maaf Terkait Usulan Pemindahan Gerbong Wanita ke Tengah
Menteri PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Arifah Fauzi, menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menuai kontroversi terkait usulan pemindahan gerbong khusus wanita di KRL ke bagian tengah.
0 Komentar

REALITA KITA – Menteri PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Arifah Fauzi, menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menuai kontroversi terkait usulan pemindahan gerbong khusus wanita di KRL ke bagian tengah.

Pernyataan itu ia sampaikan setelah insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur. Arifah juga mengakui bahwa pernyataan tersebut kurang sensitif.

Menteri PPPA Minta Maaf

“Terkait pernyataan saya paskainsiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat,” kata Arifah mengutip akun resmi KemenPPPA.

Baca Juga:Sekda Hadiri Groundbreaking 3 abrik di Kawasan Subang SmartpolitanDalam Tiga Hari, Aparat Unjuk Taring Tutup Tiga Titik Galian Ilegal di Pagaden Barat

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada para korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti dan tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” sambungnya.

Arifah Fauzi menjelaskan bahwa pernyataannya tidak dimaksudkan untuk membandingkan aspek keselamatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keselamatan baik perempuan maupun laki-laki harus menjadi prioritas utama.

“Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, baik perempuan maupun laki-laki,” jelas Arifah.

Menteri PPPA, Arifah Fauzi juga menambahkan bahwa saat ini pemerintah memprioritaskan penanganan bagi seluruh korban.

“Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik kepada seluruh korban, baik yang meninggal dunia, maupun yang mengalami luka-luka,” jelas Arifah.

Sebelumnya, Arifah Fauzi mengusulkan agar gerbong khusus wanita pada KRL ditempatkan di bagian tengah rangkaian. Usulan tersebut muncul sebagai dampak dari kecelakaan kereta api yang menelan korban jiwa di Stasiun Bekasi Timur.

“Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah kepada wartawan setelah menjenguk korban di RSUD Bekasi.

0 Komentar