Mahasiswa IPB Ajak Siswa SD Belajar Olah Sampah, Ubah Limbah Organik jadi Pupuk Kompos

Mahasiswa IPB Ajak Siswa SD Belajar Olah Sampah, Ubah Limbah Organik jadi Pupuk Kompos
SUBANG-Dedaunan kering dan sisa makanan sering kali hanya dianggap sebagai sampah yang harus dibuang. Padahal, limbah organik jadi pupuk kompos dan dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat sekaligus menjadi sarana edukasi bagi anak-anak. Hal itulah yang dilakukan tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University melalui program pembelajaran lingkungan bertajuk BOTANI (Bocah Tani Cilik).
0 Komentar

Setiap kelompok bebas menuangkan kreativitasnya dengan mewarnai dan mempercantik wadah tersebut. Aktivitas itu membuat siswa tidak hanya belajar mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga mengasah kreativitas dan kemampuan bekerja sama.

Suasana semakin meriah ketika perwakilan kelompok maju ke depan kelas untuk memperlihatkan hasil karya mereka sekaligus menceritakan proses pembuatannya kepada teman-teman.

Salah seorang siswa kelas 5 SD Kasomalang 1 mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku baru mengetahui bahwa sisa makanan dan daun kering dapat dimanfaatkan menjadi pupuk kompos. “Acaranya seru sekali. Aku baru paham kalau sisa dapur dan daun-daun kering bisa dijadikan pupuk kompos yang berguna. Terus tadi bisa hias-hias wadahnya ramai-ramai bareng kelompok. Nanti di rumah aku mau belajar memilah sampah sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga:Korban Begal di Jalur Tebu Purwadadi Subang Meninggal Dunia, Polisi Lakukan Olah TKP dan Kejar PelakuTKD Dipangkas Rp350 Miliar, Bupati Subang Prioritaskan Pilkades dan PBI di Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026

Kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi akhir atau post-test menggunakan metode kertas merah dan hijau. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas siswa mampu menjawab pertanyaan dengan tepat.

Hal tersebut menjadi salah satu indikator bahwa materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para peserta. Bagi tim KKNT Inovasi IPB University, program BOTANI menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan sejak usia dini.

Edukasi lingkungan yang dikemas melalui permainan, kreativitas, dan praktik langsung dinilai dapat membuat siswa lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan. Melalui program tersebut, mahasiswa berharap para siswa dapat menjadi contoh kecil di lingkungan masing-masing dalam hal memilah sampah dan mengolah limbah organik. (YULAN DWI NURIZKULILLAH/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)

0 Komentar