Ia menjelaskan, seluruh mata pelajaran tetap diberikan sesuai jadwal yang telah dibagikan guru kelas. Sekolah berupaya memastikan pembelajaran jarak jauh berlangsung efektif sehingga pelayanan pendidikan kepada siswa tidak terhenti. “Kami upayakan pelayanan tetap berjalan secara maksimal dan kita akan kontrol bagaimana pembelajaran daring ini harus berjalan dengan efektif dan efisien,” katanya.
Selain pembelajaran, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga tetap disalurkan. Makanan dibagikan sesuai jadwal dan shift, kemudian diambil oleh orang tua siswa untuk dibawa pulang.
Sakimin mengatakan sekolah juga akan melakukan pemantauan terhadap aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dari rumah. Guru dan pihak sekolah akan berkoordinasi melakukan patroli untuk memastikan siswa tidak justru beraktivitas di luar rumah. “Kami akan mengadakan patroli keliling untuk memastikan bahwa anak-anak kita tidak berkeliaran di luar rumah, melakukan aktivitas yang tidak perlu atau tidak penting,” ujarnya.
Baca Juga:Nyaris Terbakar, Gunung Gede Jadi Sorotan Dedi Mulyadi soal Komersialisasi dan Tata Kelola PendakianLestarikan Bahasa Sunda, 486 Siswa Ikuti FTBI Kabupaten Subang
Jika siswa terpaksa harus keluar rumah, sekolah mengimbau mereka menggunakan masker dan perlindungan tambahan. Penggunaan kacamata juga disarankan untuk membantu melindungi mata dari paparan abu vulkanik.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah mengatakan, kebijakan pembelajaran daring diberlakukan untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi aktivitas vulkanik.
Pada Senin (7/9/2026), pihaknya telah menyampaikan arahan kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan agar melaksanakan pembelajaran secara daring atau pembelajaran jarak jauh. “Anak-anak belajar dari rumah didampingi oleh orang tuanya menggunakan akun belajar.id atau gadget yang dimiliki oleh orang tua. Boleh juga menggunakan laptop bila orang tuanya punya,” ucap Sadiyah.
Menurutnya, meski pembelajaran dipindahkan ke rumah, tidak boleh ada proses pendidikan yang terhenti. Sekolah dan guru tetap diminta memberikan pelayanan pembelajaran kepada seluruh siswa.
Dinas Pendidikan juga mengingatkan orang tua agar mendampingi anak apabila harus keluar rumah selama kondisi abu vulkanik masih berpotensi terjadi. “Apabila anak kita selesai belajar ingin keluar rumah, mohon untuk didampingi dan menggunakan masker agar kesehatannya tetap terjaga,” kata Sadiyah.
Dengan kebijakan tersebut, aktivitas sekolah di Purwakarta untuk sementara berubah. Ruang-ruang kelas yang biasanya dipenuhi siswa kini lebih lengang, sementara para guru tetap hadir di sekolah dengan mengenakan masker dan menjalankan tugas mengajar melalui perangkat digital dari ruang kerja masing-masing.
