Padagen bukan sekadar sebuah kecamatan di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Di balik aktivitas masyarakat dan geliat kehidupan modernnya, tersimpan perjalanan sejarah yang panjang bahkan berakar jauh sebelum pemerintahan modern terbentuk.
Dari kehidupan manusia prasejarah, pengaruh kerajaan Hindu-Buddha, kekuasaan lokal Sumedanglarang, hingga munculnya perkebunan swasta Eropa, Pagaden telah melewati berbagai fase penting yang turut membentuk wajah Subang hari ini.
Jejak Manusia Purba di Tanah PagadenJauh sebelum mengenal pemerintahan, masyarakat modern, maupun batas wilayah administratif, kawasan Pagaden telah menjadi tempat kehidupan manusia.
Baca Juga:Syarat Membuat KK di Subang, Lengkap dengan Cara PengajuannyaSiswi SMPN 4 Subang Raih Juara 2 Di Ajang Rampak Pasanggiri Jaipong Tingkat Jawa Barat
Salah satu petunjuk penting datang dari temuan kapak batu jenis neolitikum di sejumlah wilayah, termasuk Pagaden, Bojongkeding, Kalijati, dan Dayeuhkolot.
Kapak batu tersebut menjadi gambaran mengenai perubahan besar dalam kehidupan manusia pada masa prasejarah. Masyarakat mulai mengenal kehidupan yang lebih menetap dan melakukan kegiatan bercocok tanam secara sederhana.
Artinya, kawasan yang kini dikenal sebagai Pagaden telah menjadi bagian dari perjalanan panjang perkembangan peradaban manusia di wilayah Subang.
Saat Pengaruh Kerajaan Hindu-Buddha MasukSeiring berjalannya waktu, kawasan Subang dan sekitarnya memasuki periode sejarah kerajaan Hindu-Buddha.
Wilayah Jawa Barat pada masa tersebut berada dalam pengaruh kerajaan-kerajaan besar seperti Tarumanagara, Galuh, hingga Pajajaran. Meski struktur administratif seperti yang dikenal saat ini belum terbentuk, pengaruh politik, budaya, dan ekonomi kerajaan turut mewarnai perkembangan masyarakat di kawasan Subang.
Pagaden pun berada dalam ruang sejarah yang lebih luas tersebut. Jejak pengaruh kerajaan menjadi bagian dari proses panjang terbentuknya kehidupan sosial dan budaya masyarakat Jawa Barat.
Pagaden dalam Kekuasaan SumedanglarangMemasuki abad ke-18, peta kekuasaan di wilayah Jawa Barat kembali mengalami perubahan.
Baca Juga:Fakta Unik Desa Rawameneng Blanakan Subang yang Jarang Diketahui, Ternyata Begini Asal-usulnyaWisata Curug Pelangi: Keindahan Air Terjun di Jawa Barat
Pada masa ketika kawasan Priangan dan pesisir berada dalam pusaran pengaruh Kesultanan Mataram dan VOC, Pagaden bersama Pamanukan dan Ciasem tercatat berada dalam wilayah kekuasaan Sumedanglarang.
Letak Pagaden yang relatif dekat dengan kawasan Pantura membuat wilayah ini memiliki posisi strategis tersendiri. Namun, jaraknya yang cukup jauh dari pusat pemerintahan Sumedang juga turut memengaruhi pola pengelolaan wilayah.
Pada 1771, Pagaden, Pamanukan, dan Ciasem tercatat dipimpin oleh seorang bupati secara turun-temurun.
