Di antara deretan oleh-oleh khas Garut, burayot punya tempat tersendiri di hati wisatawan. Jajanan ini dibuat dari tepung beras merah yang dipadukan dengan gula merah, lalu diolah hingga membentuk gumpalan bundar dengan permukaan berkerut.
Bentuk itulah yang jadi asal-usul namanya dalam bahasa Sunda, kondisi menggantung atau bergelantungan disebut “ngaburayot”, dan dari situlah kata burayot muncul.
Kecamatan Leles dikenal luas sebagai sentra pembuatan burayot. Bukan kebetulan, sebab bahan-bahan utamanya memang paling mudah didapat di kawasan tersebut, sehingga banyak pelaku usaha rumahan yang menekuni produksi jajanan ini secara turun-temurun. Salah satu tempat yang cukup dikenal untuk membeli burayot adalah Warung Burayot The Legendary Cookies From Garut.
Soal Rasa dan Tekstur
Baca Juga:Curug Masigit: Menikmati Kesegaran di SubangSumber Mata Air Cimutan Kasomalang, Pesona Kolam Alami di Subang
Burayot menawarkan sensasi manis yang kuat dari gula merah, namun tidak sampai membuat enek berkat kehadiran kacang tanah yang memberi sentuhan gurih dan renyah. Bagian luarnya sedikit garing, sementara bagian dalamnya terasa lebih padat dan legit. Proses penggorengan dengan minyak kelapa juga meninggalkan aroma khas yang memperkuat karakter gurih-manis pada camilan ini.
Bahan Pembuatan
Empat bahan utama membentuk cita rasa burayot:
tepung beras merah, gula merah, kacang tanah, dan minyak kelapa.Kombinasi sederhana ini justru menghasilkan rasa yang autentik dan mengingatkan pada cita rasa jajanan pedesaan, jauh berbeda dari camilan kekinian yang umumnya lebih banyak variasi bahan tambahan.
Kelebihan Burayot sebagai Oleh-Oleh
- Cita rasanya khas dan jarang ditemukan di luar Garut
- Daya tahannya cukup lama, cocok dibawa untuk perjalanan jauh
- Harganya relatif terjangkau bagi kantong wisatawan
Hal yang Perlu Diperhatikan
Rasa manisnya cukup pekat, sehingga kurang ideal bagi yang membatasi konsumsi gula
Teksturnya sedikit berminyak akibat proses penggorengan (YULAN DWI NURIZKULILLAH/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)
