SUBANG Tumpukan sampah yang sempat mengotori ruas Jalan Kumpay–Kasomalang akhirnya langsung dibersihkan setelah mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Kumpay. Kepala Desa Kumpay, Asep Pulloh, turun langsung memimpin pembersihan sampah di sepanjang jalur tersebut pada Minggu (26/7/2026).
Aksi cepat itu dilakukan setelah muncul keluhan terkait banyaknya sampah yang berserakan di kiri dan kanan jalan. Kondisi tersebut sebelumnya mengganggu kenyamanan, menimbulkan kesan kumuh, dan dikhawatirkan berdampak pada kebersihan lingkungan.
“Kebanyakan yang membuang sampah di jalan ini bukan warga Kumpay. Banyak yang melintas dari arah Kasomalang sambil berangkat kerja, lalu membuang sampah di pinggir jalan,” ujar Asep.
Baca Juga:Bupati Subang Serahkan SK Pensiun 181 ASN, Apresiasi Pengabdian untuk Kemajuan SubangSaba Desa di Legonkulon, Bupati Subang Tinjau Pengerjaan Jalan Prioritas Bobos-Rancadaka
Kepala Desa Kumpay Prihatin Masyarakat Buang Sampah SembaranganIa mengaku prihatin karena lokasi tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Padahal, menurutnya, Pemerintah Desa Kumpay telah memiliki sistem pengangkutan sampah rumah tangga yang berjalan rutin setiap pekan.
“Di Desa Kumpay sendiri sampah rumah tangga diambil langsung ke rumah-rumah setiap minggu. Jadi warga sebenarnya sudah memiliki layanan pengangkutan sampah,” katanya.
“Tadi juga terlihat banyak sampah paket yang alamatnya Kasomalang. Itu menjadi salah satu indikasi sampah yang dibuang di sini tidak semuanya berasal dari warga Kumpay,” jelasnya.
Meski demikian, Asep menegaskan pihaknya tidak ingin persoalan ini berubah menjadi saling menyalahkan antarwilayah. Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah membangun kesadaran bersama bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab semua pihak, baik warga Kumpay maupun masyarakat yang melintas di jalur tersebut.
Ia mengatakan jalan Kumpay–Kasomalang merupakan akses penghubung yang digunakan banyak orang setiap hari, sehingga kebersihannya harus dijaga bersama.
Pemerintah desa, lanjut Asep, akan terus melakukan pemantauan dan pembersihan di titik-titik yang rawan dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Ia juga membuka peluang untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa tetangga dan instansi terkait agar penanganan sampah di jalur perbatasan dapat dilakukan secara lebih terpadu.
“Kami ingin ada kesadaran bersama. Jalan ini dipakai bersama, maka kebersihannya juga harus dijaga bersama. Jangan membuang sampah dari kendaraan karena dampaknya dirasakan oleh masyarakat sekitar,” tegasnya.
