Pemerintah Kabupaten Subang menargetkan seluruh ruang kelas sekolah yang mengalami kerusakan dapat dituntaskan perbaikannya hingga 2029. Bupati Subang Reynaldy Putra Andita menyebut, perbaikan sarana pendidikan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak bagi siswa.
Reynaldy mengatakan, saat ini masih terdapat sekitar 2.300 ruang kelas di Kabupaten Subang yang membutuhkan perbaikan. Untuk tahap awal, Pemkab Subang mengalokasikan anggaran Rp35 miliar pada 2026 untuk merehabilitasi sekitar 300 ruang kelas berdasarkan skala prioritas.
Menurut Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey itu, program rehabilitasi akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Ia optimistis seluruh ruang kelas rusak dapat diperbaiki sebelum masa jabatannya berakhir pada 2029.
Baca Juga:Bupati Subang Serahkan SK Pensiun 181 ASN, Apresiasi Pengabdian untuk Kemajuan SubangSaba Desa di Legonkulon, Bupati Subang Tinjau Pengerjaan Jalan Prioritas Bobos-Rancadaka
“Tahun ini mungkin bisa menyelesaikan sekitar 20 sampai 30 persen. Total ada sekitar 2.300 ruang kelas di Kabupaten Subang, sehingga sampai 2029 kami optimistis seluruhnya dapat diselesaikan,” katanya.
Dalam peninjauan di SDN Wanajaya, Kang Rey memastikan proses rehabilitasi tiga ruang kelas berjalan sesuai standar. Ia menargetkan pembangunan tersebut selesai pada Agustus 2026, dengan tetap menekankan kualitas bangunan.
Rehabilitasi tiga ruang kelas SDN Wanajaya tersebut menelan anggaran sekitar Rp198 juta. Perbaikan itu menjadi bagian dari upaya Pemkab Subang memperbaiki kondisi bangunan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang mengalami kerusakan.
Selain memperbaiki infrastruktur pendidikan, Pemkab Subang juga menjalankan sejumlah program pendukung untuk mengurangi beban masyarakat dalam mengakses pendidikan.
Salah satunya melalui program pemberian seragam gratis bagi seluruh siswa baru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Subang. Menurut Kang Rey, kebutuhan seragam masih menjadi salah satu faktor yang membebani orang tua siswa.
“Kalau pemerintah pusat menyiapkan makan bergizi gratis, Pemda Subang menyiapkan seragam gratis. Kami ingin mengurangi beban masyarakat karena masih banyak yang harus meminjam uang hanya untuk membeli seragam sekolah,” ungkapnya.
Pemkab Subang juga berencana meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dengan mengurangi beban administrasi guru. Salah satunya melalui penempatan aparatur sipil negara (ASN) khusus yang menangani pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di setiap sekolah.
