REALITAKITA-Sejumlah bandara di kawasan Timur Tengah ditutup dan banyak penerbangan internasional dibatalkan imbas memanasnya situasi geopolitik pascaserangan udara Amerika-Israel terhadap Iran.
Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap kepulangan jemaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi.
Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), tercatat 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, di antaranya berasal dari Kabupaten Purwakarta.
Baca Juga:MBG Libur Saat Lebaran! Bantuan 18–24 Maret Diganti Paket Bundling, Ada Apa?Satreskrim Polres Purwakarta Amankan Dua Pemuda Penganiayaan di Bengkel Motor
Dikonfirmasi terkait hal ini, Manager Operasional Travel Umrah dan Haji Al-Muharijin, Lia Nurhayati, menjelaskan bahwa aktivitas jemaah umrah sejauh ini masih berjalan normal.
Akan tetapi, sambungnya, kendala muncul pada jadwal kepulangan, khususnya jemaah yang menggunakan penerbangan transit.
“Untuk keberangkatan sudah terlaksana, tinggal menunggu kepulangan. Ada satu rombongan yang terkendala karena penerbangan transit. Jemaah masih aman, masih di hotel di Madinah, belum diberangkatkan ke bandara,” kata Lia kepada wartawan Pasundan Ekspres saat ditemui di Kantor Travel Al-Muhajirin, Jalan Veteran, Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Senin (2/3/2026).
Ia mengatakan, dua rombongan jemaah telah diberangkatkan oleh pihak travel. Rombongan pertama berjumlah 12 orang dengan penerbangan langsung (direct) menggunakan Garuda Indonesia, dijadwalkan pulang dalam waktu dekat.
Sementara rombongan lainnya yang berangkat pertengahan Februari menggunakan penerbangan transit via Qatar berjumlah sembilan orang masih menunggu kepastian dari maskapai.
“Kalau penerbangan direct sejauh ini masih berjalan. Yang bermasalah itu yang transit. Kami masih menunggu informasi resmi apakah dijadwalkan ulang atau diganti ke penerbangan langsung,” ujarnya.
Lia menegaskan pihak travel tidak akan mengambil keputusan sepihak untuk keberangkatan jemaah umrah selanjutnya. Seluruh langkah menunggu arahan dari Kementerian Agama serta asosiasi penyelenggara umrah.
Baca Juga:Polda Jabar Pastikan Jalur Tol Dapat Digunakan Secara Fungsional Saat Mudik dan LebaranWakil Indonesia di All England 2026 Jalani Latihan Intens, Birmingham Jadi Pusat Persiapan Akhir
“Kalau memang dianjurkan untuk menunda, otomatis akan kami sosialisasikan ke jemaah. Kemungkinan penjadwalan ulang bisa setelah Lebaran atau masuk musim baru,” ucapnya.
Untuk jadwal keberangkatan terdekat, kata dia, Al-Muharijin sejatinya memiliki rencana keberangkatan awal April dengan total pendaftar 30 orang.
Akan tetapi, lanjut Lia, semuanya masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait kondisi keamanan dan terancam tertunda keberangkatannya hingga bulan Juni 2026 mendatang.
