Bagi Sarah Alzena Purwaci, Juara III mungkin menjadi pencapaian pertama dalam perjalanan prestasinya. Namun, keberanian untuk melawan rasa panik, tampil di hadapan banyak orang, hingga menuntaskan setiap gerakan di atas panggung menjadi kemenangan tersendiri.
Dari panggung kecil di Purwakarta, Sarah belajar bahwa rasa takut bukan untuk dihindari. Dengan doa, latihan, dukungan guru dan orang tua, serta keberanian untuk melangkah, rasa gugup pun bisa berubah menjadi sebuah kebanggaan.
Dan air mata yang mengalir setelah tarian Sancang Gugat selesai dibawakan, kini menjadi bagian dari cerita perjuangan seorang anak berusia 10 tahun yang berani tampil, melawan ketakutannya, dan pulang membawa prestasi.(YULAN DWI NURIZKULILLAH/PKLL SMK NEGERI KASOMALANG)
