Bagi seorang anak berusia 10 tahun, berdiri sendiri di atas panggung dan menjadi pusat perhatian bukanlah hal mudah. Namun Sarah berhasil melawan rasa takutnya, menyelesaikan penampilan, dan membuktikan bahwa keberanian terkadang lahir dari langkah kecil yang penuh keraguan.
Tangis yang mengalir setelah tampil seakan menjadi pelepasan dari seluruh rasa gugup dan ketegangan yang ia rasakan sejak sebelum naik ke atas panggung. Tak hanya membawa pulang pengalaman berharga, perjuangan Sarah akhirnya mendapat hasil manis dengan diraihnya Juara III dalam ajang tersebut. “Alhamdulillah, saya sangat senang bisa mendapatkan Juara III. Saya akan terus belajar dan berlatih supaya ke depannya bisa tampil lebih baik lagi dan bisa meraih prestasi yang lebih tinggi,” ucapnya.
Prestasi yang diraih Sarah tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kedua orang tuanya. Ibunda Sarah, Sri, mengaku bangga dan bersyukur melihat putrinya mampu melewati rasa takut dan gugup hingga akhirnya berhasil meraih prestasi.
Baca Juga:Sejarah Binong Kabupaten Subang, Ada Kisah Sederhana di Balik NamanyaLoker SUAI Subang untuk Semua Jurusan, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Menurut Sri, pencapaian tersebut memiliki arti yang sangat besar karena menjadi pengalaman pertama Sarah mengikuti lomba Pasanggiri Jaipong. “Alhamdulillah, kami sebagai orang tua tentunya sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Sarah. Ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba Pasanggiri Jaipong, dan Alhamdulillah bisa meraih Juara III,” katanya.
Sri mengatakan, keberhasilan putrinya bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga, tetapi juga bagi sekolah dan orang-orang yang selama ini turut memberikan dukungan serta membimbing Sarah dalam mengembangkan bakatnya.
Ia berharap prestasi tersebut tidak membuat Sarah cepat puas. Sebaliknya, pengalaman pertama ini diharapkan menjadi langkah awal untuk terus belajar, berlatih, dan mencintai seni budaya daerah. “Kami akan terus memberikan dukungan kepada Sarah untuk mengembangkan bakatnya. Semoga prestasi ini menjadi motivasi agar Sarah semakin semangat berlatih, semakin percaya diri, dan terus mencintai seni budaya Sunda, khususnya tari Jaipong,” ujarnya.Diketahui, dalam ajang Pasanggiri Jaipong tersebut terdapat beberapa kategori perlombaan, mulai dari kategori Taman Kanak-kanak (TK), SD kelas I hingga III, SD kelas IV hingga VI, serta kategori SMP hingga SMA.
