FKUB Kabupaten Subang Perkuat Kerukunan Lintas Agama Lewat Seni dan Budaya

FKUB Kabupaten Subang Perkuat Kerukunan Lintas Agama Lewat Seni dan Budaya
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Subang memperkuat semangat kerukunan dan toleransi lintas agama melalui Pagelaran Pentas Seni dan Budaya Lintas Agama Tahun 2026 yang digelar di Aula Oman Syahroni, Kamis (10/9/2026).
0 Komentar

“Apa yang kita lihat sejauh ini di tengah-tengah bangsa Indonesia khususnya di Jawa Barat masih ada hal-hal yang terjadi dalam konteks tidak sinkronnya antara umat beragama, nah kegiatan pentas seni dan kebudayaan lintas agama ini lebih kepada membuat satu wadah supaya ada kebersamaan antara pimpinan-pimpinan agama sekaligus juga budaya itu dipersatukan di tempat ini,” kata Roni.

Roni menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan perwakilan umat beragama dari Kristen, Katolik, Islam dan Buddha. Secara keseluruhan, jumlah peserta yang terlibat diperkirakan mencapai sekitar 200 orang.

Adapun penampilan paduan suara dan angklung melibatkan 47 peserta, barongsai dan liong sebanyak 24 orang, rampak bedug 14 orang, serta vocal band yang diisi dua orang. Ia berharap kegiatan tersebut dapat semakin mempererat hubungan antarumat beragama, khususnya di antara para pimpinan agama di Kabupaten Subang.

Baca Juga:Lengkap! Daftar Tempat Ngopi di Purwadadi 2026, Ada yang Buka Sampai Dini HariEnam Bacalon Kades Cibogo Bakal Ikuti Seleksi Tertulis

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi. Ia mengapresiasi FKUB beserta jajaran yang telah menghimpun berbagai komponen masyarakat lintas agama dalam satu kegiatan.

“Ya pertama kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Subang mengucapkan terima kasih kepada FKUB beserta jajaranya yang sudah bisa menghimpun dan menggabungkan, bersatu padunya komponen-komponen masyarakat lintas agama, karena ini bagian dari tekad kita untuk menjaga toleransi umat beragama di Kabupaten Subang,” kata Agus.

Agus menyebut indeks keharmonisan umat beragama di Kabupaten Subang saat ini mencapai 96 persen. Pemerintah daerah, kata dia, berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan pada masa mendatang.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Subang Asep Nuroni menilai keharmonisan antarumat beragama merupakan salah satu modal penting dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya suasana masyarakat yang aman, harmonis dan saling menghargai.

“Saya sangat bangga dan terima kasih dengan kegiatan ini karena kegiatan ini bagian dari dasar kita pelaksanaan pembangunan,” ujarnya.

Menurut Asep, keberagaman yang ada di Kabupaten Subang justru dapat menjadi kekuatan dalam membangun persatuan. Dengan terciptanya keharmonisan, berbagai program pembangunan di daerah diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

0 Komentar