Nina (31), salah seorang warga, mengatakan keluarganya sudah tiga bulan kesulitan mendapatkan air bersih karena sumur di rumah mengering.
“Air dari kubangan hanya digunakan untuk mandi dan mencuci. Sementara untuk kebutuhan memasak dan minum, keluarganya harus membeli air isi ulang seharga Rp5 ribu per galon atau air mineral sekitar Rp20 ribu per galon,” kata Nina.
Ia mengatakan, sesekali warga juga mendapat bantuan air bersih dari pemerintah desa melalui mobil tangki. Namun, bantuan tersebut diharapkan dapat lebih rutin.
(HABIBAH SYAFARI/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)
