Nilai Investasi Tahun 2025 Sebesar Rp18,2 Triliun, Subang Paling Diminati Investor

Badan Pengelola Kawasan Rebana Provinsi Jawa Barat
Bupati Subang Reynaldy menerima audiensi Badan Pengelola Kawasan Rebana Provinsi Jawa Barat di Rumah Dinas Bupati, Rabu (8/4/2026).
0 Komentar

Kabupaten Subang menjadi daerah paling diminati investor untuk melakukan investasi di Kawasan Rebana. Tercatat, nilai investasi ke Subang tahun 2025 sebesar Rp18,2 triliun. Jauh dibandingkan dengan enam daerah lainnya. Urutan kedua, Kabupaten Sumedang saja hanya sebesar Rp5,63 triliun.

Kepala Badan Pengelola Kawasan Rebana, Helmy Yahya mengatakan, tingginya minat investor terhadap Kabupaten Subang. “Dari tujuh kabupaten/kota, Subang paling banyak diminati oleh investor,” katanya saat menemui Bupati Reynaldy di rumah dinas pada Rabu (8/4/2026).

Helmy Yahya menyampaikan, pengelolaan koridor ekonomi Rebana merupakan inovasi Jawa Barat dalam membangun kawasan metropolitan berbasis perencanaan terintegrasi.

Baca Juga:Pembangunan 372 Titik Jalan di Subang Dimulai Mei 2026, Target Rampung SeptemberMusrenbang Subang Fokuskan Perbaikan Jalan Tahun 2027

“Inovasi Jawa Barat mengelola koridor ekonomi baru telah menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai provinsi pertama di Indonesia yang memiliki badan pengelola kawasan metropolitan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan harus dirancang secara terstruktur. “Perkembangan Kabupaten Subang sebagai bagian koridor ekonomi masa depan Jawa Barat harus dibangun by design, bukan melulu berkelanjutan,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam mendukung pertumbuhan industri.

“Tenaga kerja harus link and match dengan kebutuhan industri, termasuk di Subang,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Subang Reynaldy yang akrab disapa Kang Rey menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kawasan Rebana melalui kolaborasi lintas sektor.

“Pada prinsipnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Subang mendukung dan selalu siap menyukseskan program Rebana,” tuturnya.

Reynaldy menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Subang terus menjaga kondusivitas wilayah guna mendorong iklim investasi yang sehat dan berdampak pada perluasan kesempatan kerja.

Baca Juga:Bupati Subang Targetkan 2027 Bebas Jalan Rusak di HUT ke-78 SubangSepekan Ngabret! Bupati Reynaldy  dan Wabup Agus Masykur Pacu Pembangunan

“Secara prinsip, kami justru berkolaborasi dengan instansi vertikal untuk betul-betul menjaga kondusivitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kang Rey menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam mendukung rantai pasok material proyek strategis nasional (PSN), termasuk percepatan pembangunan akses jalan tol menuju Pelabuhan Patimban sebagai penguat konektivitas kawasan Rebana.

Ia juga berharap Badan Pengelola Kawasan Rebana dapat terus memfasilitasi program afirmasi peningkatan kualitas sumber daya manusia guna memenuhi kebutuhan industri, khususnya di Kabupaten Subang.

0 Komentar