Kemenag Subang Terus Koordinasi Perkembangan di Timur Tengah, Penyelenggaraan Haji Masih Sesuai Rencana

Kemenag Subang Terus Koordinasi Perkembangan di Timur Tengah, Penyelenggaraan Haji Masih Sesuai Rencana
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang memastikan program haji dan umrah tetap berjalan sesuai rencana meski situasi di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian publik.
0 Komentar

REALITA KITA – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang memastikan program haji dan umrah tetap berjalan sesuai rencana meski situasi di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian publik.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Subang, Haji Maman Sulaeman, menegaskan hingga saat ini persiapan keberangkatan jamaah haji asal Subang tetap berlangsung normal dan terpantau dengan baik.

Menurutnya, pelayanan haji berada dalam kendali penuh Kemenhaj, mulai dari proses pendaftaran, pengurusan dokumen, hingga tahapan manasik dan pemberangkatan.

Baca Juga:Kapolres Subang Wajibkan Rawatib,Tekankan Humanis dan DisiplinASN Diminta Mutasi Plat Kendaraan, Bapenda Subang Kejar PAD Tahun 2026

“Untuk haji, seluruh proses ada dalam kontrol kami. Dari awal pendaftaran sampai keberangkatan semuanya. terpantau,” ungkapnya saat memberikan keterangan terkait perkembangan terkini kepada Pasundan Ekspres pada Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 543 jamaah haji asal Kabupaten Subang yang siap diberangkatkan. Dari total 550 jamaah yang telah melunasi biaya haji, tiga orang menangguhkan keberangkatan. Satu orang menunda karena sakit, sementara dua lainnya memilih menunda karena alasan keluarga.

Selain itu, terdapat mutasi jamaah keluar sebanyak 15 orang dan mutasi masuk sebanyak 9 orang, sehingga jumlah final jamaah yang siap berangkat berjumlah 543 orang.

Keberangkatan jamaah haji asal Subang direncanakan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) KJT 34 tanggal 16 Mei 2026 dan KJT 39 tanggal 18 Mei 2026 melalui Embarkasi Kertajati.

Pihak Kemenag terus memantau kondisi kesehatan jamaah menjelang hari pemberangkatan agar seluruhnya dapat berangkat dalam keadaan sehat dan kembali ke tanah air dengan jumlah yang sama.

“Harapan kami, 543 berangkat dan pulang kembali dengan selamat. Karena dalam masa tunggu menuju keberangkatan, kadang ada jamaah yang mendadak sakit atau menunda. Namun kami optimistis semuanya lancar,” ujarnya.

Terkait jamaah umrah, Haji Maman menjelaskan mekanisme pelaporan berbeda dengan haji. Untuk umrah, penyelenggaraan berada pada pihak travel resmi sehingga data pergerakan jamaah tidak sepenuhnya terpusat di Kemenag daerah. Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait jamaah umrah asal Subang yang terdampak situasi di Arab Saudi.

Baca Juga:Timur Tengah Memanas, Kepulangan Jemaah Umroh Indonesia Terancam TertundaDPRD Subang Desak Pemkab Percepat Serapan Anggaran, Program Pembangunan Harus Segera Dirasakan oleh Masyarakat

Meski demikian, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian Luar Negeri terus melakukan koordinasi guna memastikan keamanan jamaah Indonesia di Arab Saudi. Informasi yang beredar di media sosial mengenai jamaah yang masih berada di Tanah Suci juga terus dipantau untuk memastikan keselamatan dan kepulangan mereka berjalan lancar.

0 Komentar