“Jumlah pengrajin sangat menurun karena kalah bersaing dengan genteng baja dan metal. Mudah-mudahan dengan adanya kebijakan dari Presiden, pengrajin yang sempat berhenti bisa kembali berproduksi dan memanfaatkan potensi desa,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Purwakarta, Hariman Budi Anggoro, menyatakan dukungan penuh terhadap program gentengisasi.
Ia menilai program tersebut menjadi angin segar bagi industri genting lokal. Terlebih, Kabupaten Purwakarta dikenal sebagai salah satu produsen genting terbesar di Jawa Barat dengan jumlah 92 perajin genting, setara dengan Jatiwangi, Majalengka.
