REALITA KITA – Pemerintah Kabupaten Subang resmi mencabut status tanggap darurat bencana banjir Pantura. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi Pasca Bencana yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026, di Ruang Rapat Bupati II, Kantor Bupati Subang.
Pencabutan status tanggap darurat dilakukan setelah hampir dua pekan penanganan intensif di lapangan. Bupati Subang Reynaldy Putra Andita Budi Raemi, S.IP., menyampaikan bahwa kondisi di wilayah terdampak saat ini telah berangsur membaik. Meski demikian, pemerintah daerah tetap menyiapkan langkah lanjutan, terutama pada sektor-sektor yang terdampak langsung.
Dalam arahannya, Bupati Subang yang akrab disapa Kang Rey menekankan pentingnya fokus pada sektor pertanian. Ia meminta agar pendataan luas lahan sawah terdampak dan nilai kerugian dilakukan secara akurat dan riil sebagai dasar penyusunan kebijakan bantuan bagi petani.
Baca Juga:Warga Subang Kaget BPJS Nonaktif Saat Berobat: Saya Pekerja Serabutan, Mana Bisa Disebut SejahteraGempa Subang: BMKG Mencatat Kekuatan Guncangan Magnitudo 2,8, Terasa Sampai Ciater
“Hari ini kondisi sudah membaik, namun masih ada beberapa hal yang harus kita pikirkan bersama, terutama sektor pertanian: berapa luas sawah yang terdampak, berapa kerugiannya, serta apa yang bisa kita lakukan untuk membantu para petani. Data yang disampaikan harus benar-benar riil,” tegasnya
Selain pertanian, Kang Rey juga menyoroti persoalan infrastruktur, khususnya kondisi tanggul serta keterbatasan anggaran penanganan. Berdasarkan hasil rapat dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dukungan pendanaan masih terbatas sehingga pemerintah daerah diminta segera mendata tanggul-tanggul yang paling mendesak untuk ditangani.
“Kalau BBWS belum bisa intervensi, kita data dulu tanggul yang paling urgent. Kita bantu semampu kita, sambil kita upayakan bantuan lain, termasuk CSR. Saya juga mengusulkan peninggian tanggul hingga delapan meter agar saat debit air besar kita tetap aman,” ujar Kang Rey. Ia juga meminta kajian pembangunan embung segera dilakukan serta pengecekan ulang terhadap kondisi jalan yang baru dibangun.
Terkait bantuan dari RANS (Raffi Ahmad dan Nagita Slavina), Bupati Subang menginstruksikan para camat di wilayah terdampak banjir untuk segera mendata rumah warga yang mengalami kerusakan. Data tersebut akan diverifikasi sebelum bantuan rehabilitasi disalurkan. Kang Rey menegaskan agar bantuan tersebut tepat sasaran dan tidak tercampur dengan data penerima bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu).
