REALITAKITA – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Pati Sudewo ternyata tidak berjalan mulus. Sebab, tim penyidik sempat mengalami kendala di lapangan sebelum akhirnya berhasil mengamankan Sudewo dan mengungkap rangkaian dugaan tindak pidana korupsi itu.
Kesulitan yang dihadapkan penyidik itu diungkap Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam jumpa pers, Selasa (20/1) malam. Asep mengatakan kesulitan yang dialami penyidik karena harus mencocokkan ‘Tim 8’ yang membantu Sudewo dalam melakukan pemerasan pengisian jabatan perangkat desa.
“Terkait dengan adanya istilahnya itu, kesulitan, iya. Jadi di lapangan itu kan kita nggak tahu nih. Ini siapa? Baru tahu. Ini orangnya Bupati, apa namanya? Oknum Bupati, ini ‘Tim 8’,” ujar Asep.
Baca Juga:Asuransi Jadi Kunci Penting agar Rencana Pensiun Tak TerhentiCara Deteksi Kesehatan dengan BPJS Kesehatan 2026 dengan Mudah, Cukup Lewat Gawai!
Kesulitan lainnya adalah penyidik harus melakukan pemeriksaan berjam-jam. Penyidik juga turut memeriksa sejumlah kepala desa hingga perangkat desa lainnya untuk memastikan sosok-sosok yang terlibat dalam ‘Tim 8’.
“Itu setelah pemeriksaan berjam-jam, keterangan dari sana-sini. Kita enggak tahu ini siapanya orangnya, apa kaitannya? Baru kita tanya Kepala Desa yang lain, baru kita tanya para perangkat desa, itu baru ketahuan, ‘Oh si orang ini, si ini, si ini. Bagiannya si ini, si ini’,” ungkap Asep.
Tersangka Sempat Mengelak
Dia mengungkapkan kegiatan OTT ini dilakukan melalui proses yang panjang serta penuh ketelitian dan kehati-hatian. Dia juga mengungkap beberapa tersangka saat diamankan ada yang masih berusaha mengelak.
“Betul kesulitan menghubungkannya dan lain-lain. Belum mereka (para tersangka) enggak ngaku. Belum mereka juga mungkin, ‘pasti kita ada yang diamankan’, itu,” jelas Asep
