“Kalau memang persoalannya kompetensi, masyarakat harus diberikan pelatihan. Jangan sampai warga lokal kalah bersaing hanya karena tidak mendapatkan akses peningkatan keterampilan,” ujarnya.
Ia berharap tiga desa, yakni Sawangan, Kosar dan Wantilan, mendapatkan perhatian dalam kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, masyarakat sekitar merupakan pihak yang ikut merasakan perubahan akibat berkembangnya kawasan industri. Karena itu, keterlibatan mereka dalam aktivitas ekonomi perusahaan menjadi hal yang penting.
Amir juga mendorong adanya keterbukaan informasi mengenai proses rekrutmen, mulai dari jumlah kebutuhan tenaga kerja, persyaratan, tahapan seleksi hingga jumlah warga lokal yang berhasil diterima. Transparansi tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Baca Juga:Sejarah Binong Kabupaten Subang, Ada Kisah Sederhana di Balik NamanyaLoker SUAI Subang untuk Semua Jurusan, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
“Investasi tentu kita dukung. Tetapi dukungan masyarakat juga harus dibarengi dengan manfaat yang nyata. Salah satunya adalah kesempatan kerja bagi warga sekitar,” tegasnya.
(DEA NURFAHLA/PKL SMK NEGERI KASOMALANG)
