Kepsek SMAN 1 Pamanukan Buka Suara soal Kasus Viral, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelecehan

Kepsek SMAN 1 Pamanukan Buka Suara soal Kasus Viral, Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Pelecehan
Kepala SMAN 1 Pamanukan, Drs. Edi Kanedi, menyampaikan pernyataan resmi terkait kasus dugaan pencabulan yang belakangan menjadi perhatian publik dan viral di lingkungan sekolah.
0 Komentar

Kepala SMAN 1 Pamanukan, Drs. Edi Kanedi, menyampaikan pernyataan resmi terkait kasus dugaan pencabulan yang belakangan menjadi perhatian publik dan viral di lingkungan sekolah.

Edi menyampaikan permohonan maaf sekaligus keprihatinan mendalam atas peristiwa yang terjadi. Ia menegaskan, sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa untuk belajar dan berkembang.“Dengan tulus dan rasa duka mendalam, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban, keluarga korban, serta seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Pamanukan atas kejadian ini,” tegas Edi dalam pernyataan resminya melalui media sosial sekolah.

Edi mengatakan, pihak sekolah telah mengambil sejumlah langkah sejak menerima laporan pertama dari orang tua korban. Langkah tersebut, kata dia, dilakukan untuk memastikan korban mendapatkan pendampingan serta tetap memperoleh hak pendidikan.

Baca Juga:Lengkap! Daftar Tempat Ngopi di Purwadadi 2026, Ada yang Buka Sampai Dini HariEnam Bacalon Kades Cibogo Bakal Ikuti Seleksi Tertulis

“Sejak laporan pertama kami terima dari orang tua korban, kami pihak sekolah telah mengambil tindakan nyata dengan memberikan pendampingan psikologis, rasa aman serta perlindungan penuh kepada para korban agar hak pendidikannya tetap terjaga,” katanya.

Ia menegaskan, pihak sekolah tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan yang terjadi di lingkungan pendidikan.

“Kami juga menegaskan bahwa tidak ada ruang sedikit pun bagi segala bentuk pelecehan di sekolah ini,” tegasnya.

Sebagai bentuk langkah tegas, pihak sekolah juga telah mengambil tindakan terhadap terduga pelaku yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

“Langkah tegas telah kami ambil. Terduga pelaku saat ini telah diberhentikan dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah dan telah dinonaktifkan secara penuh dari seluruh kegiatan mengajar di SMA Negeri 1 Pamanukan serta proses hukumnya telah diserahkan kepada pihak yang berwajib,” jelas Edi.

Di tengah derasnya informasi mengenai kasus tersebut, Edi juga meminta masyarakat lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar.

Pernyataan Resmi Mengatasnamakan SMAN 1 Pamanukan

Ia mengatakabn, bahwa pernyataan resmi yang mengatasnamakan SMA Negeri 1 Pamanukan hanya disampaikan oleh dirinya selaku kepala sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas.

0 Komentar