Satlantas Polres Subang Imbau Pengendara Tertib Lalu Lintas

Satlantas Polres Subang Imbau Pengendara Tertib Lalu Lintas
Kanit Kamsel Satlantas Polres Subang, IPDA Herlina mengimbau pengendara tertib lalu lintas.
0 Komentar

REALITA KITA – Satlantas Polres Subang terus menggencarkan imbauan ketertiban berlalu lintas kepada masyarakat.

Upaya ini dilakukan menyusul masih tingginya potensi pelanggaran yang berisiko memicu kecelakaan dan kemacetan, khususnya dari kendaraan angkutan berat.

Kanit Kamsel Satlantas Polres Subang, IPDA Herlina menyampaikan, kondisi ketertiban lalu lintas di wilayah Subang saat ini masih menjadi perhatian. Pihaknya tengah fokus menertibkan kendaraan angkutan berat yang dinilai rawan menimbulkan kecelakaan fatal.

Baca Juga:Update Iuran BPJS Kesehatan Terbaru 2026: Simak Tarif Kelas 1, 2, dan 3Musim Haji 2026 Dimulai, Jemaah RI Kloter Pertama Tiba di Madinah 22 April

“Secara umum masih menjadi atensi. Kami intensif menertibkan kendaraan angkutan berat karena berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal dan kemacetan,” terangnya sat diwawancara Pasundan Ekspres, Rabu (21/4/2026).

Sebagai langkah awal Satlantas Polres Subang bersama Dinas Perhubungan kabupaten dan provinsi telah memasang rambu larangan jam operasional bagi kendaraan angkutan berat di sejumlah titik.

Dalam pelaksanaan di lapangan, Herlina menyebut, petugas masih menemukan sejumlah pelanggaran yang dominan.

“Di antaranya kendaraan berat dengan kelebihan dimensi dan muatan (over dimension over load/ODOL), pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, pelanggaran melawan arus dan menerobos lampu merah, pengendara di bawah umur, hingga kelengkapan surat kendaraan yang tidak dipenuhi,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, penggunaan telepon genggam saat berkendara serta pengemudi mobil yang tidak mengenakan sabuk pengaman juga masih kerap ditemukan.

Menurut Herlina, rendahnya kesadaran masyarakat menjadi faktor utama tingginya pelanggaran. Banyak pengendara yang masih menganggap aturan lalu lintas hanya sebagai formalitas.

“Masih ada anggapan patuh hanya saat ada polisi. Selain itu, faktor ekonomi juga memengaruhi, terutama pada kendaraan angkutan berat yang sengaja membawa muatan berlebih,” katanya.

Baca Juga:Serapan Tenaga Kerja BYD dan VinFast di Subang Tembus Ribuan OrangBocoran iOS 27: Siri AI Baru & Fitur Unggulan di WWDC 2026

Meski demikian, pihaknya menegaskan akan terus melakukan edukasi secara berkelanjutan kepada seluruh pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat, maupun angkutan barang.

0 Komentar