Antusiasme peserta terlihat tinggi. Mayoritas menyatakan siap bergabung dalam jejaring KOMPAK untuk bergerak bersama membangun masjid yang lebih hidup dan bermanfaat. Dengan dukungan pemerintah daerah, DMI, komunitas pemuda, serta sektor industri, Subang ditargetkan menjadi pionir gerakan masjid berdampak di tingkat nasional.
“Harapannya, masjid bukan hanya makmur bangunannya, tapi makmur perannya. Ada anak muda yang betah, ada warga yang terbantu, dan ada jamaah yang merasa memiliki,” tutup Juli.
Komunitas Masjid Berdampak (KOMPAK) adalah wadah kolaboratif penggerak dan pengurus DKM di Kabupaten Subang yang berfokus pada penguatan manajemen, pemberdayaan pemuda, serta pengembangan program sosial berbasis masjid, di bawah naungan Yayasan Bina Masyarakat Berdaya (BMB).
