Disebutkan Ade, persoalan air bersih yang sempat menjadi kendala telah tertangani melalui penambahan fasilitas sumur bor. Jumlah titik layanan meningkat dari 13 menjadi 15 setelah adanya bantuan pihak eksternal.
Di sektor pendidikan, empat sekolah terdampak telah didata. Tiga sekolah negeri dan satu swasta yang sempat difungsikan sebagai posko pengungsian kini dipersiapkan kembali untuk kegiatan belajar mengajar. “Kami targetkan awal pekan depan kegiatan belajar tatap muka sudah kembali normal,” ungkapnya.
Berakhirnya status darurat, dia menyebutkan, diikuti penghentian dapur umum dan layanan kesehatan darurat. Meski demikian, aspek kemanusiaan dalam penanganan korban belum sepenuhnya selesai. Tim SAR gabungan melaporkan tidak ada penemuan baru pada hari terakhir pencarian, sementara proses identifikasi korban masih berlangsung. “Sebanyak 56 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat. Sisanya masih dalam tahap identifikasi lanjutan,” jelasnya.
