REALITAKITA – Menjelang tahun 2026, kesiapan penyaluran pupuk bersubsidi menjadi perhatian utama para petani untuk menjamin keberlanjutan produksi pangan nasional.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, H. Otong Wiranta menyapmpaikan, pupuk merupakan sarana vital dalam mendukung aktivitas budidaya tanaman pangan yang terus dilakukan petani di seluruh daerah.
“PT Pupuk Indonesia sebagai operator penanggung jawab penyaluran pupuk bersubsidi telah melakukan langkah strategis melalui penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) hingga ke titik Penerima Pada Titik Serah (PPTS),” terangnya.
Baca Juga:Rilis Akhir Tahun 2025 Polres Subang, Klaim Kriminalitas Turun 12 PersenMalam Pergantian Tahun, Pemkab Bandung Barat Larang Kembang Api
Dengan ditandatanganinya SPJB tersebut, kata H. Otong, seluruh petani yang telah tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar dalam sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dapat melakukan penebusan pupuk bersubsidi mulai 1 Januari 2026.
“Penandatanganan SPJB ini menjadi jaminan kepastian bagi petani. Mulai awal Januari 2026, petani yang terdaftar sudah bisa menebus pupuk sesuai kebutuhan untuk mendukung kegiatan budidaya,” kata H. Otong.
Penandatanganan SPJB tersebut, lanjutnya, dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah kerja penyaluran pupuk bersubsidi pada tingkat PPTS, termasuk di Kabupaten Subang.
“KabupatenSubang yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Barat ini memiliki luas areal pertanian sekitar 84 ribu hektare lebih,” jelasnya.
H. Otong menyebut, pada tahun 2026, Kabupaten Subang memperoleh alokasi pupuk bersubsidi sebesar 43.867 ton pupuk Urea dan 38.250 ton pupuk NPK.
Dengan alokasi tersebut, H. Otong berharap, produktivitas pertanian di Subang terus meningkat dan mampu menopang ketahanan pangan daerah maupun nasional.
H. Otong juga menyampaikan, seluruh pelaksana penyaluran pupuk bersubsidi, mulai dari Pupuk Indonesia, Pelaku Usaha Distribusi (PUD), hingga PPTS, menyatakan kesiapan untuk menyukseskan penyaluran pupuk bersubsidi.
Baca Juga:Kuliner Subang: Nasi Goreng Mas Wito, Destinasi Wajib Saat Mudik Museum Subang Perkuat Kajian Sejarah P&T Lands dan Targetkan Digitalisasi Koleksi
Tujuannya, agar seluruh petani yang telah terdaftar benar-benar terlayani secara optimal.
“Kami berharap penyaluran pupuk bersubsidi berjalan lancar, tepat sasaran, dan tepat waktu, sehingga petani dapat berbudidaya dengan baik dan hasil pertanian terus meningkat,” pungkasnya.
