Pesan mengenai keamanan menjadi perhatian penting karena wahana tersebut nantinya diharapkan dapat digunakan masyarakat dan menjadi salah satu daya tarik kunjungan. Jika kawasan wisata Purwamekar berkembang, keberadaan Prokar diharapkan ikut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Aktivitas wisata dapat menciptakan ruang bagi warga untuk mengembangkan berbagai usaha pendukung, mulai dari penjualan makanan dan minuman, jasa parkir, hingga pemasaran hasil pertanian dan kerajinan lokal.
Dengan demikian, perosotan bambu yang saat ini menjadi wahana awal tidak berhenti sebagai tempat bermain. Keberadaannya diharapkan menjadi pemicu agar potensi lain di Purwamekar ikut berkembang.
Baca Juga:FKUB Kabupaten Subang Perkuat Kerukunan Lintas Agama Lewat Seni dan BudayaLengkap! Daftar Tempat Ngopi di Purwadadi 2026, Ada yang Buka Sampai Dini Hari
Tim KKN-T Inovasi 2026 IPB University berharap pengelolaan Prokar nantinya dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat dan perangkat kelurahan setelah program KKN berakhir. Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya merintis kampung wisata yang bertumpu pada potensi lokal dan keterlibatan warga. Dari sebuah perosotan bambu, Purwamekar ingin membuka jalan menuju kawasan wisata yang sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.(YULAN DWI NURIZKULILLAH/PKL SMK NEGERI KSOAMALANG)
