REALITA KITA – Kabar gempa bumi kembali datang dari wilayah Jawa Barat. Kali ini, Kabupaten Subang dilaporkan mengalami guncangan ringan yang cukup terasa oleh sebagian warga pada Kamis sore. Meski tidak besar, gempa seperti ini tetap menarik perhatian karena terjadi di daratan dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
Informasi gempa biasanya cepat menyebar lewat media sosial maupun grup percakapan warga. Banyak orang langsung mencari tahu seberapa besar kekuatan gempa dan apakah ada dampak yang ditimbulkan. Hal yang sama juga terjadi saat gempa Subang ini terjadi—rasa penasaran muncul, terutama bagi warga yang merasakan getaran singkat tersebut.
BMKG sebagai lembaga resmi pemantau aktivitas gempa di Indonesia pun langsung merilis data lengkap. Dari hasil analisis mereka, gempa ini memiliki magnitudo kecil namun tetap tercatat secara ilmiah. Lalu, seperti apa detail gempa yang terjadi di Subang dan apakah ada dampaknya bagi masyarakat?
Baca Juga:Dedi Mulyadi Pastikan Program Beasiswa SMA/SMK Swasta Berjalan Pada Tahun Ajaran 2026/2027PDI Perjuangan Subang Tunggu SK DPP untuk PAW Anggota DPRD Subang Dapil 6
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, memiliki kekuatan magnitudo 2,8. Gempa ini terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026 sekitar pukul 16.54 WIB.
Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di kedalaman 5 kilometer. Lokasinya terdeteksi pada koordinat 6.69 Lintang Selatan dan 107.74 Bujur Timur. Episenter gempa berada di darat, tepatnya sekitar 13 kilometer di selatan Kabupaten Subang.
Magnitudo 2,8 termasuk dalam kategori gempa kecil. Meski begitu, gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini sering kali terasa oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.
Lokasi Episenter dan Kedalaman Gempa
Gempa Subang ini berpusat di daratan, bukan di laut. Hal ini membuat getaran lebih mudah dirasakan oleh warga yang berada dekat dengan lokasi episenter. Kedalaman gempa yang hanya sekitar 5 kilometer juga menjadi salah satu faktor kenapa guncangan terasa, meski magnitudonya kecil.
Gempa dangkal biasanya memang lebih terasa dibanding gempa dalam. Walaupun kekuatannya tidak besar, getaran singkat tetap bisa membuat warga kaget, terutama jika terjadi pada sore hari saat aktivitas masih berlangsung.
Waktu Terjadinya Gempa
Gempa terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.54 WIB. Pada jam tersebut, banyak warga masih beraktivitas di rumah, kantor, atau di luar ruangan. Karena itu, laporan mengenai getaran ringan mulai bermunculan dari beberapa lokasi di sekitar Subang.
