REALITAKITA – Direktur Operasional Indonesia Air Transport, Capt Edwin, mengatakan pesawat ATR 42-500 sempat mengalami masalah mesin sebelum jatuh dan puingnya ditemukan.
Pesawat ATR 42-500 dipastikan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel) usai menabrak lereng gunung. Sehari sebelum kejadian, pesawat sempat mengalami masalah pada mesin.
Hal tersebut disampaikan Direktur Operasional Indonesia Air Transport, Capt Edwin. Namun, Edwin mengeklaim pesawat dengan rute Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin itu sudah diperbaiki.
Baca Juga:Rumah Bantuan Warga Terdampak Pergerakan Tanah di Panyindangan Rampung DibangunPelestarian Lingkungan di Subang, DLH Ajak Investor Ambil Peran Aktif
“Memang ada masalah di engineering kami,” kata Capt Edwin dalam konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (18/01).
Edwin tidak menjelaskan lebih jauh perihal masalah mesin yang terjadi. Namun, dia menyebut masalah mesin itu terjadi pada Jumat (16/01), atau sehari sebelum terbang pada Sabtu (17/01).
“Itu di hari Jumat (ada permasalahan engineering),” katanya.
Lebih lanjut, Edwin menegaskan masalah engineering pesawat sudah diperbaiki. Pihaknya juga melakukan tes penerbangan setelah perbaikan dan hasilnya semuanya dinyatakan normal.
“Kami sudah perbaiki dan kami sudah tes terbukti dari Halim sampai Semarang dan Jogja itu tidak ada masalah. Jadi semua sudah normal kita sudah perbaiki,” ungkapnya.
