REALITA – Sebagai langkah strategis memperkuat identitas daerah berbasis kajian akademik, Pemerintah Kabupaten Subang menggelar Focus Group Discussion (FGD) penulisan ulang sejarah dan penguatan kajian Hari Jadi Subang di Aula Kantor BP4D, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi bersama akademisi, sejarawan, peneliti, serta tokoh masyarakat.
Kepala BP4D Subang, Iwan Syahrul Anwar, menyampaikan FGD ini bertujuan menyusun narasi sejarah yang lebih komprehensif dan ilmiah, sekaligus memperkuat dasar penetapan Hari Jadi Subang.
Baca Juga:1.740 Kemasan Siap Edar Disita, Polres Subang Bongkar Sindikat Pabrik Pestisida Palsu di SubangKondisi Mayat di Kamar Kosan, Kapolsek Purwakarta: Tidak Ada Tanda Kekerasan pada Jenazah Penyiar Daring
“Kajian ini tidak parsial, tetapi menelusuri perjalanan Subang dari masa prasejarah hingga modern,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres.
Sejumlah akademisi dari berbagai lembaga hadir sebagai narasumber, di antaranya Nina Herlina, Wawan Darmawan, serta peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam diskusi, peserta membahas periodisasi sejarah Subang, mulai dari masa prasejarah yang ditandai temuan artefak dan fosil, hingga peran Subang dalam jalur perdagangan pada masa kerajaan, termasuk keberadaan pelabuhan di Ciasem dan Blanakan.
Pada masa kolonial, Subang juga memiliki posisi penting dalam sejarah nasional, salah satunya melalui peristiwa Kapitulasi Kalijati.
“Peristiwa itu menunjukkan peran strategis Subang dalam dinamika sejarah nasional,” jelasnya.
Selain itu, forum juga menyoroti perkembangan Islam, perjuangan kemerdekaan, hingga transformasi Subang sebagai daerah agraris yang terus berkembang di era modern.
Wakil Bupati Agus Masykur Rosyadi menegaskan kajian ini juga mengungkap semangat patriotisme masyarakat Subang, termasuk dalam menghadapi masa Agresi Militer.
Baca Juga:Rizma Tour Berangkatkan 37 Jamaah Umrah Plus EtiopiaCek Harga Emas Perhiasan di Awal Pekan Kedua April Hari Ini, Minat Investasi Tetap Tinggi
“Ini menunjukkan kuatnya semangat perjuangan masyarakat Subang dalam mempertahankan kemerdekaan,” katanya.
FGD juga menekankan pentingnya penetapan Hari Jadi Subang berbasis bukti sejarah yang kuat serta kesepakatan bersama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Subang menargetkan lahirnya buku sejarah yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat identitas daerah dan pemahaman generasi muda terhadap sejarah lokal.
“Hasil kajian ini diharapkan tidak hanya simbolik, tetapi memiliki legitimasi ilmiah dan historis,” pungkasnya.
