REALITAKITA-Seorang pria berinisial OSR (28) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di dalam kamar kos di Jl. Basuki Rahmat, Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta, Minggu (5/4/2026) malam.
Penemuan jasad korban sontak membuat geger warga sekitar. Tampak puluhan warga yang penasaran memadati area kos-kosan untuk menyaksikan proses evakuasi.
Aparat kepolisian dari Unit Inafis Polres Purwakarta segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. Di kamar korban juga sudah diberi garis polisi.
Baca Juga:Camat Purwakarta Apresiasi Penghimpunan Zakat Fitrah Kelurahan/Desa20 Prajurit Naik Pangkat, Kodim 0605/Subang Tegaskan Loyalitas dan Pengabdian
Setelah proses identifikasi awal, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dari keterangan pihak keluarga, korban diketahui terakhir berkomunikasi pada 11 Maret 2026. Hal tersebut diungkapkan oleh Sinta, kakak ipar korban.
Ia menyebutkan bahwa komunikasi terakhir hanya terkait permintaan pinjaman uang karena korban mengaku ATM miliknya hilang dan terblokir.
“Terakhir komunikasi tanggal 11 Maret, cuma pinjam uang. Setelah itu sudah tidak ada kabar lagi, bahkan saat Lebaran juga tidak ada komunikasi,” kata Sinta kepada wartawan di lokasi.
Menurutnya, korban tidak pernah mengeluhkan sakit serius. Akan tetapi, sambungnya, sempat mengaku mengalami gangguan pada penglihatannya sebelum pindah ke luar daerah.
Sinta juga mengungkap keseharian korban yang merupakan live streamer atau penyiar daring. Saat melakukan siaran langsung, korban dikenal menggunakan nama “Alea” dan kerap tampil sebagai perempuan.
“Dia kerja live streaming, tapi kami kurang tahu detailnya. Namanya Alea, jadi perempuan kalau lagi siaran,” ujar Sinta.
Baca Juga:Dinas Kesehatan Bandung Barat Sebut Kasus Campak Bisa Menyerang Balita hingga DewasaKadisdik Jabar Minta Kepala Sekolah Terus Berinovasi, Juga Edukasi Pedagang Jual Makanan Sehat
Dari aktivitasnya itu, kata Sinta, korban mampu meraup penghasilan sekitar Rp4 juta per bulan. Bahkan, sempat berencana merenovasi kamar dari hasil pekerjaannya itu.
Selain itu, keluarga juga menyebut korban dikenal cukup peduli dan kerap berbagi kepada orang sekitar, termasuk anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban, termasuk menggali keterangan dari saksi-saksi serta menunggu hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit.(add)
