Kadisdik Jabar Minta Kepala Sekolah Terus Berinovasi, Juga Edukasi Pedagang Jual Makanan Sehat

Kadisdik Jabar Minta Kepala Sekolah Terus Berinovasi, Juga Edukasi Pedagang Jual Makanan Sehat
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Purwanto, M.Pd., saat menghadiri halal bihalal bertajuk “Mitembeyan Galih Nu Wening, Beber Layar Ku Silih Hampura” di Kantor Cabang Dinas.
0 Komentar

REALITA KITA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Purwanto, M.Pd., menekankan pentingnya penataan lingkungan sekolah, termasuk keberadaan pedagang. Kepala sekolah diminta mengedukasi pedagang agar menjual makanan sehat dan menjaga ketertiban.

“Sekolah jangan menjadi objek jualan yang tidak tertata. Pedagang harus menjual makanan sehat dan lingkungan tetap terjaga,” kata Kang Ipung, panggilan akrabnya, saat menghadiri halal bihalal bertajuk “Mitembeyan Galih Nu Wening, Beber Layar Ku Silih Hampura” di Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah IV, Purwakarta, Rabu (1/4/2026).

Kang Ipung juga menyoroti kedisiplinan siswa, khususnya terkait penggunaan kendaraan bermotor. Ia menegaskan siswa yang tidak memenuhi ketentuan tidak diperbolehkan membawa kendaraan ke sekolah

Baca Juga:Mitra BGN Subang Dukung Kebijakan MBG Disalurkan Selama Lima HariBULOG Subang Pastikan Stok Pangan Aman Hingga Akhir Tahun

“Program sekolah tanpa kendaraan bermotor harus didorong. Siswa dianjurkan berjalan kaki agar lebih sehat,” ujarnya tegas.

Ia juga meminta kepala sekolah mendata siswa yang telah memiliki SIM serta menertibkan praktik penitipan kendaraan di lingkungan warga.

“Kami juga meminta kepala sekolah untuk terus berinovasi dalam mengembangkan pendidikan dan menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, tertata, dan nyaman dengan melibatkan siswa,” ucap Kang Ipung kepada Pasundan Ekspres.

Menghadapi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), lanjutnya, SMA dan SMK diminta berkoordinasi dengan SMP dan MTs untuk memetakan minat siswa melalui aplikasi peminatan yang tengah disiapkan.

Secara khusus Kang Ipung menyebutkan bahwa KCD Wilayah IV menjadi salah satu yang mendapat perhatian lebih karena berbagai pembenahan yang dilakukan, termasuk dari hal-hal kecil yang berdampak luas.

“KCD IV ini menjadi perhatian. Apa yang dilakukan di sini bisa menjadi contoh bagi wilayah lain,” kata Kang Ipung.

0 Komentar